KPK Supervisi Kasus RS Batua, Polda: Kita Masih Sanggup Tangani
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:30 WIB
Namun, upaya konfirmasi kepada Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri belum berhasil.
Sementara itu Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli menerangkan, kunjungan KPK merupakan supervisi kasus RS Batua . Namun dia bilang, tujuannya ke Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPK) Sulsel.
Baca juga:ACC Desak BPK Keluarkan Hasil Audit Kasus RS Batua
"Mereka ke BPKP Sulsel, tujuannya ke BPKP menanyakan hasil perhitungan (kerugian negara). Belum keluar hasilnya, itu yang ditanyakan (KPK) apakah ada yang belum dipenuhi atau apa (sehingga belum keluar)," ungkap Fadli.
Disinggung mengenai KPK bakal mengambil alih kasus RS Batua setelah supervisi tersebut, Fadli menampik. "Yah nggak lah saya masih sanggup," jelas perwira Polri menengah satu bunga ini.
Dia malah sesumbar membandingkan kemampuan KPK dan kepolisian. Fadli menyebut kemampuan KPK setingkat lebih baik karena diberi kewenangan penyadapan.
Sementara itu Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli menerangkan, kunjungan KPK merupakan supervisi kasus RS Batua . Namun dia bilang, tujuannya ke Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPK) Sulsel.
Baca juga:ACC Desak BPK Keluarkan Hasil Audit Kasus RS Batua
"Mereka ke BPKP Sulsel, tujuannya ke BPKP menanyakan hasil perhitungan (kerugian negara). Belum keluar hasilnya, itu yang ditanyakan (KPK) apakah ada yang belum dipenuhi atau apa (sehingga belum keluar)," ungkap Fadli.
Disinggung mengenai KPK bakal mengambil alih kasus RS Batua setelah supervisi tersebut, Fadli menampik. "Yah nggak lah saya masih sanggup," jelas perwira Polri menengah satu bunga ini.
Dia malah sesumbar membandingkan kemampuan KPK dan kepolisian. Fadli menyebut kemampuan KPK setingkat lebih baik karena diberi kewenangan penyadapan.
Lihat Juga :