3 Bulan Terakhir, 206 Balita di Bantaeng Dapat Layanan Gizi
Kamis, 03 Juni 2021 - 14:43 WIB
Tidak hanya menangani balita gizi kurang. UPTD layanan gizi juga memberikan pelayanan kepada ibu hamil Kekurangan energi kronis (KEK). Tercatat ada 180 kunjungan ibu hamil KEK sepanjang tiga bulan terakhir. Sebanyak 14 orang diharuskan untuk melakukan kunjungan ulang untuk menjamin kesehatan mereka.
"Semua ibu hamil yang melakukan kunjungan ulang kita pantau telah mengalami kenaikan berat badan," jelas Ihsan, Kamis, (3/06/2021).
Selain itu, ada pula beberapa pasien fisioterapis yang ditangani di UPTD layanan gizi ini. Total ada 46 pasien yang ditangani. Dari jumlah itu, hanya ada tiga kasus yang harus kunjungan ulang. Setelah melakukan kunjungan ulang, kondisi mereka sudah membaik.
"Kunjungan ulang atas nama pasien inisial AR sekarang sudah mampu berjalan. Ada juga pasien inisal MF yang sudah bisa berjalan tetapi harus berpegangan," jelas dia.
Baca Juga: Bupati Ajak KKB Jadi Bagian Pergerakan Pembangunan Bantaeng
Selain itu, dr Ihsan mengaku menemukan sejumlah masalah sosial yang harus ditangani secara konprehensif. Dia menyebut, ada sebuah kasus di mana seorang balita yang mengalami gizi kurang harus ditangani mulai dari kondisi sosial mereka.
"Ada satu kasus, kita temukan bayi yang gizi kurang karena keluarga mereka miskin. Kondisi sosialnya, keluarganya tidak memiliki KTP sehingga tidak terdeteksi pemerintah. Setelah diintervensi, Disdukcapil telah membuatkan kartu keluarga dan KTP nya," jelas dia.
"Semua ibu hamil yang melakukan kunjungan ulang kita pantau telah mengalami kenaikan berat badan," jelas Ihsan, Kamis, (3/06/2021).
Selain itu, ada pula beberapa pasien fisioterapis yang ditangani di UPTD layanan gizi ini. Total ada 46 pasien yang ditangani. Dari jumlah itu, hanya ada tiga kasus yang harus kunjungan ulang. Setelah melakukan kunjungan ulang, kondisi mereka sudah membaik.
"Kunjungan ulang atas nama pasien inisial AR sekarang sudah mampu berjalan. Ada juga pasien inisal MF yang sudah bisa berjalan tetapi harus berpegangan," jelas dia.
Baca Juga: Bupati Ajak KKB Jadi Bagian Pergerakan Pembangunan Bantaeng
Selain itu, dr Ihsan mengaku menemukan sejumlah masalah sosial yang harus ditangani secara konprehensif. Dia menyebut, ada sebuah kasus di mana seorang balita yang mengalami gizi kurang harus ditangani mulai dari kondisi sosial mereka.
"Ada satu kasus, kita temukan bayi yang gizi kurang karena keluarga mereka miskin. Kondisi sosialnya, keluarganya tidak memiliki KTP sehingga tidak terdeteksi pemerintah. Setelah diintervensi, Disdukcapil telah membuatkan kartu keluarga dan KTP nya," jelas dia.
Lihat Juga :