Ini Rata-rata Penumpang Selama PSBB: KRL 183 Ribu Orang/Hari, MRT 5.000, Transjakarta 83 Ribu
Senin, 20 April 2020 - 09:42 WIB
Penurunan penumpang juga terjadi pada layanan Mass Rapid Transit (MRT). Pada hari-hari normal bulan Januari 2020, penggunanya mencapai 85 ribu orang/hari. Pada Maret merosot sekitar 47,05% yaitu 45 ribu orang/hari. Data terakhir tercatat pada 1-15 April hanya berkisar 5 ribu penumpang/hari atau turun 94,11% dibanding Januari 2020.
Kemudian, KRL Commuter Line. Pada Januari 2020 KRL setiap harinya masih melayani sekitar 859 ribu orang. Pada Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38% menjadi sekitar 598 ribu orang/hari. Adapun untuk 1-15 April 2020 terjadi penurunan penumpang yaitu hanya 183 ribu orang/hari atau turun 78,69% dibanding kondisi normal Januari.
LRT Jakarta yang pada masa normal Januari 2020 melayani penumpang sekitar 3.800 orang/hari mengalami penurunan sebesar 47,36% pada Maret 2020 hanya mengangkut sekitar 2.000 orang/hari. Pada bulan 1-15 April jumlah penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang/hari atau turun 93,05 % dibanding kondisi normal Januari 2020. (Baca juga: Di Kabupaten Bekasi Muncul Klaster Penyebaran Baru Covid-19 dari Tenaga Medis)
Menurut Polana, adanya status PSBB di Jabodetabek dapat dipastikan pengguna angkutan umum akan menurun lagi karena jumlah pergerakan orang sudah dibatasi. Selain itu, berlaku pula pembatasan waktu operasional angkutan selama PSBB yaitu di Jakarta angkutan umum hanya beroperasi mulai pukul 06.00 - 18.00 WIB. Sementara, wilayah Bodetabek mulai pukul 05.00 - 19.00 WIB.
Dari hasil pengawasan di lapangan juga diketahui pelanggaran terhadap ketentuan PSBB relatif kecil dan sebagian besar terkait penerapan physical distancing pada kendaraan pribadi dan pemakaian masker yang ditemukan oleh petugas di check point.
Kemudian, KRL Commuter Line. Pada Januari 2020 KRL setiap harinya masih melayani sekitar 859 ribu orang. Pada Maret, jumlahnya turun sebesar 30,38% menjadi sekitar 598 ribu orang/hari. Adapun untuk 1-15 April 2020 terjadi penurunan penumpang yaitu hanya 183 ribu orang/hari atau turun 78,69% dibanding kondisi normal Januari.
LRT Jakarta yang pada masa normal Januari 2020 melayani penumpang sekitar 3.800 orang/hari mengalami penurunan sebesar 47,36% pada Maret 2020 hanya mengangkut sekitar 2.000 orang/hari. Pada bulan 1-15 April jumlah penumpang LRT Jakarta tinggal sekitar 264 orang/hari atau turun 93,05 % dibanding kondisi normal Januari 2020. (Baca juga: Di Kabupaten Bekasi Muncul Klaster Penyebaran Baru Covid-19 dari Tenaga Medis)
Menurut Polana, adanya status PSBB di Jabodetabek dapat dipastikan pengguna angkutan umum akan menurun lagi karena jumlah pergerakan orang sudah dibatasi. Selain itu, berlaku pula pembatasan waktu operasional angkutan selama PSBB yaitu di Jakarta angkutan umum hanya beroperasi mulai pukul 06.00 - 18.00 WIB. Sementara, wilayah Bodetabek mulai pukul 05.00 - 19.00 WIB.
Dari hasil pengawasan di lapangan juga diketahui pelanggaran terhadap ketentuan PSBB relatif kecil dan sebagian besar terkait penerapan physical distancing pada kendaraan pribadi dan pemakaian masker yang ditemukan oleh petugas di check point.
(jon)
Lihat Juga :