Ini Rata-rata Penumpang Selama PSBB: KRL 183 Ribu Orang/Hari, MRT 5.000, Transjakarta 83 Ribu
Senin, 20 April 2020 - 09:42 WIB
MRT Jakarta menerapkan physical distancing terhadap penumpang selama PSBB. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Pengguna angkutan umum di Jabodetabek turun pada masa pandemi Corona/Covid-19. Penurunan sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai pada 10 April 2020 di wilayah Jakarta menyusul kemudian Jawa Barat (Depok, Bekasi, dan Bogor) pada 15 April serta Banten (Tangerang Raya) pada 18 April.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti menyatakan khususnya di Jakarta pada Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi sehingga pada Maret tersebut sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan yang cukup berarti.
Untuk layanan bus Transjakarta mulai 1-15 April 2020 jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan yaitu sekitar 83 ribu orang/hari.
"Padahal, dalam kondisi normal pada Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840 ribu orang/hari. Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak Maret yaitu rata-rata 550 ribu orang/hari atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada Januari," ujar Polana di Jakarta, Senin (20/4/2020). (Baca juga: Peniadaan Ganjil Genap di Jakarta Diperpanjang hingga 23 April 2020)
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti menyatakan khususnya di Jakarta pada Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi sehingga pada Maret tersebut sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan yang cukup berarti.
Untuk layanan bus Transjakarta mulai 1-15 April 2020 jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan yaitu sekitar 83 ribu orang/hari.
"Padahal, dalam kondisi normal pada Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840 ribu orang/hari. Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak Maret yaitu rata-rata 550 ribu orang/hari atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada Januari," ujar Polana di Jakarta, Senin (20/4/2020). (Baca juga: Peniadaan Ganjil Genap di Jakarta Diperpanjang hingga 23 April 2020)
Lihat Juga :