Pandemi COVID-19, Verifikasi Kota Layak Anak Dilakukan secara Hybrid

Selasa, 25 Mei 2021 - 11:15 WIB
Kolaborasi yang dilakukan akan memberikan hasil. Terutama dalam penanganan anak serta kesiapan KLA. "Ini bukan kompetisi, namun yang pasti semua untuk anak-anak di Indonesia," jelasnya.

Endah menambahkan, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan peserta KLA. Salah satunya kesalahan dalam upload dokumen. Beberapa dokumen yang diupload tidak memiliki relevansi dengan kegiatan.

Termasuk juga foto yang kurang lengkap serta dokumen yang hanya depannya saja, sementara isinya tidak ada. "Jatim sudah ada 35 kabupaten/kota yang sudah dapat KLA dengan berbagai macam kategori. Tinggal Ponorogo, Sampang dan Bangkalan," jelasnya. Baca juga: Wali Kota Minta Semua Pihak Terlibat Wujudkan Palopo sebagai Kota Layak Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim Dr Andriyanto menuturkan, sudah ada kesiapan yang dilakukan kabupaten/kota untuk menjalani verifikasi lapangan.

Sebelumnya mereka juga sudah melakukan penilaian mandiri. "Hasilnya cukup baik, banyak nilai dari kabupaten/kota di Jatim di atas 800," kata Andriyanto.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!