Jelang Lebaran, BI dan BMPD Jatim Salurkan Bantuan Bersama ACT
Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:11 WIB
Omzet usaha mereka turun drastis sejak lapak mereka diminta tutup demi memutus rantai penularan COVID-19. "Banyak pedagang yang juga tutup karena modalnya tak cukup lagi setelah pembeli sepi," ungkapnya.
Selain pedagang, profesi lain pun banyak yang ikut terdampak, salah satunya guru. Burhanuddin, guru Alquran, mengatakan, setelah adanya pandemi keluarganya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk makan. Pasalnya, untuk mencari pekerjaan sampingan pun agak susah. Namun, dengan hadirnya bantuan pangan ini, ia merasa terbantu.
BI dan BMPD Jatim bersama ACT mengirimkan paket pangan ini ke beberapa komunitas profesi. Mereka antara lain guru honorer, guru mengaji, relawan, pegiat literasi, ojek daring, pangkas rambut, komunitas difabel hingga pedagang kaki lima. Mereka kondisinya saat ini terdampak wabah dan rentan prasejahtera.
(Baca juga: Keterlaluan! KKB Tembak 2 Tenaga Medis COVID-19 di Intan Jaya )
Selain pedagang, profesi lain pun banyak yang ikut terdampak, salah satunya guru. Burhanuddin, guru Alquran, mengatakan, setelah adanya pandemi keluarganya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk makan. Pasalnya, untuk mencari pekerjaan sampingan pun agak susah. Namun, dengan hadirnya bantuan pangan ini, ia merasa terbantu.
BI dan BMPD Jatim bersama ACT mengirimkan paket pangan ini ke beberapa komunitas profesi. Mereka antara lain guru honorer, guru mengaji, relawan, pegiat literasi, ojek daring, pangkas rambut, komunitas difabel hingga pedagang kaki lima. Mereka kondisinya saat ini terdampak wabah dan rentan prasejahtera.
(Baca juga: Keterlaluan! KKB Tembak 2 Tenaga Medis COVID-19 di Intan Jaya )
Lihat Juga :