Penampakan Apel Pasukan Setan Yonif 315/Garuda yang Siap Jaga Daerah Rawan di Papua
Rabu, 19 Mei 2021 - 20:02 WIB
Baca : Kelompok Bersenjata Bawa Lari 2 Pucuk Senapan Serbu SS2 VI usai Serang 2 Prajurit Raider
"Saya harap semua prajurit sudah semakin fokus dan konsentrasi detik detik terakhir pemberangkatan Satgas. Berikan pengertian kepada keluarga yang ditinggalkan banyak berdoa untuk keselamatan semuanya dan kalian jangan khawatir yang di homebase sudah ada yang mengurus, tetap harus semangat, kompak, karena di sana tugas menunggu kalian semua. jadi kalian juga harus siap-siap," ucap Fauzi dalam keterangannya, Rabu (19/5/2021).
Dia menjelaskan, pasukan batalyon yang melaksanakan tugas di daerah Papua hanya fokus melaksanakan pembinaan teritorial. Adapun tugasnya yakni fokus melaksanakan pembinaan daerahnya masing-masing, mereka memperbaiki atau merenovasi gereja, melakukan pendekatan dengan pendeta-pendeta, dan kepada para kepala suku.
Para personel, sambung Danrem, juga diimbau untuk mengajak masyarakat yang ada pelosok untuk menggelar upacara 17 Agustus jika ada yang belum pernah. Selain itu, personel juga harus mendapatkan senjata rakitan dan, termasuk senjata organik yang berasal dari pembinaan teritorial.
"Penugasan tidak lama, hanya 9 bulan saja, kita harus berjuang yang terbaik buat bangsa. Jadi kalian manfaatkan Fokus pada penugasan kalian disana. persiapkan sebaik-baiknya jangan sampai ada masalah apapun, karena penugasan ini adalah berjuang demi NKRI," paparnya.
"Saya harap semua prajurit sudah semakin fokus dan konsentrasi detik detik terakhir pemberangkatan Satgas. Berikan pengertian kepada keluarga yang ditinggalkan banyak berdoa untuk keselamatan semuanya dan kalian jangan khawatir yang di homebase sudah ada yang mengurus, tetap harus semangat, kompak, karena di sana tugas menunggu kalian semua. jadi kalian juga harus siap-siap," ucap Fauzi dalam keterangannya, Rabu (19/5/2021).
Dia menjelaskan, pasukan batalyon yang melaksanakan tugas di daerah Papua hanya fokus melaksanakan pembinaan teritorial. Adapun tugasnya yakni fokus melaksanakan pembinaan daerahnya masing-masing, mereka memperbaiki atau merenovasi gereja, melakukan pendekatan dengan pendeta-pendeta, dan kepada para kepala suku.
Para personel, sambung Danrem, juga diimbau untuk mengajak masyarakat yang ada pelosok untuk menggelar upacara 17 Agustus jika ada yang belum pernah. Selain itu, personel juga harus mendapatkan senjata rakitan dan, termasuk senjata organik yang berasal dari pembinaan teritorial.
"Penugasan tidak lama, hanya 9 bulan saja, kita harus berjuang yang terbaik buat bangsa. Jadi kalian manfaatkan Fokus pada penugasan kalian disana. persiapkan sebaik-baiknya jangan sampai ada masalah apapun, karena penugasan ini adalah berjuang demi NKRI," paparnya.