Kerap Kebanjiran Lumpur Proyek, Warga Rusaki Kantor Milik KITB
Jum'at, 14 Mei 2021 - 08:44 WIB
Bahkan pagar depan rumah milik warga bernama Wahidi jebol karena tak kuat menahan beban lumpur. Warga yang emosi langsung mendatangi kantor dan merusak bangunan milik KITB tersebut. “Bangunan kantor dirusak oleh warga hingga semua kaca jendela pada pecah,” tutur Sumari, Jumat (14/5/2021).
Kusno, Sekretaris Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya aksi pengerusakan yang dilakukan oleh warganya. Warga, kata Kusno, melakukan aksi tersebut karena emosi pemukimannya dilanda banjir. “Bentuk pelampiasan kemarahan warga yang sudah tak terbendung lagi,” ujarnya Kusno.
Pihak manajemen KITB, kata Kusno, tidak serius dalam menangani bencana banjir bandang yang disebabkan proyek tersebut. “Warga sudah tidak bisa lagi untuk menahan penderitaan lantaran rumah dan desanya kerap mendapatkan kiriman banjir bandang yang membawa material tanah, juga lumpur, namun masih kurang mendapatkan perhatian serius,” tuturnya. Baca juga: Satgas TNI AD Selesai Bangun Dua Jembatan Pascabencana di NTT
Setidaknya, sebanya 25 rumah yang menjadi langganan banjir lumpur dampak kawasan industri terpadu itu. Akibatnya, warga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setiap kali banjir. Padahal sebelum adanya kegiatan pembukaan lahan untuk kawasan industri, warga tidak pernah merasakan banjir seperti saat ini.
Kusno, Sekretaris Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya aksi pengerusakan yang dilakukan oleh warganya. Warga, kata Kusno, melakukan aksi tersebut karena emosi pemukimannya dilanda banjir. “Bentuk pelampiasan kemarahan warga yang sudah tak terbendung lagi,” ujarnya Kusno.
Pihak manajemen KITB, kata Kusno, tidak serius dalam menangani bencana banjir bandang yang disebabkan proyek tersebut. “Warga sudah tidak bisa lagi untuk menahan penderitaan lantaran rumah dan desanya kerap mendapatkan kiriman banjir bandang yang membawa material tanah, juga lumpur, namun masih kurang mendapatkan perhatian serius,” tuturnya. Baca juga: Satgas TNI AD Selesai Bangun Dua Jembatan Pascabencana di NTT
Setidaknya, sebanya 25 rumah yang menjadi langganan banjir lumpur dampak kawasan industri terpadu itu. Akibatnya, warga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setiap kali banjir. Padahal sebelum adanya kegiatan pembukaan lahan untuk kawasan industri, warga tidak pernah merasakan banjir seperti saat ini.
(don)
Lihat Juga :