Kapolda Jateng: 70.000 Kendaraan Pemudik Diperiksa di Pintu Masuk Jawa Tengah
Rabu, 12 Mei 2021 - 13:50 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi meninjau Pospam di exit tol Pungkruk Sragen dan wilayah Klaten. Foto Istimewa
SRAGEN - Jajaran Polda Jawa Tengah (Jateng) telah melakukan pemeriksaan terhadap 70.000 lebih kendaraan pemudik di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur. Pemeriksaan tersebut dilakukan di 14 titik penyekatan. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa anggotanya telah siaga penuh dalam melakukan penyekatan jalur mudik.
“Kendaraan yang sudah diperiksa tersebut kendaraan yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah. Hal ini kita lakukan sesuai anjuran pemerintah, agar bisa menekan dan mencegah penyebaran COVID-19 dari pemudik yang masuk ke Jateng ini,” kata Kapolda saat memberi keterangan pers di exit Tol Pungkruk Sragen, Rabu (12/5/2021). Baca juga: Polda Jateng: 5.928 Kendaraan Diputar Balik, 1.283 Pemudik di Tes Rapid Antigen
Selain itu, kata dia, masyarakat diimbau agar tidak melakukan mudik tahun ini dikarenakan hal tersebut bisa malapetaka bagi keluarga. Mengingat COVID-19 masih meningkat di Indonesia. Kapolda juga meminta kepada pemudik untuk tidak melakukan aksi nekat mudik.
“Tahan dulu, rasa kangen kita kepada keluarga agar penyebaran COVID-19 dapat kita tekan bersama. Ikuti dan patuhi peraturan pemerintah. Sekali lagi jangan lakukan aksi nekat untuk mudik ke daerah khususnya Jawa Tengah. Bahaya COVID-19 masih mengancam kita semua,” katanya.
“Kendaraan yang sudah diperiksa tersebut kendaraan yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah. Hal ini kita lakukan sesuai anjuran pemerintah, agar bisa menekan dan mencegah penyebaran COVID-19 dari pemudik yang masuk ke Jateng ini,” kata Kapolda saat memberi keterangan pers di exit Tol Pungkruk Sragen, Rabu (12/5/2021). Baca juga: Polda Jateng: 5.928 Kendaraan Diputar Balik, 1.283 Pemudik di Tes Rapid Antigen
Selain itu, kata dia, masyarakat diimbau agar tidak melakukan mudik tahun ini dikarenakan hal tersebut bisa malapetaka bagi keluarga. Mengingat COVID-19 masih meningkat di Indonesia. Kapolda juga meminta kepada pemudik untuk tidak melakukan aksi nekat mudik.
“Tahan dulu, rasa kangen kita kepada keluarga agar penyebaran COVID-19 dapat kita tekan bersama. Ikuti dan patuhi peraturan pemerintah. Sekali lagi jangan lakukan aksi nekat untuk mudik ke daerah khususnya Jawa Tengah. Bahaya COVID-19 masih mengancam kita semua,” katanya.
Lihat Juga :