Jabar Siapkan Ribuan Ruang Isolasi bagi Pemudik

Minggu, 09 Mei 2021 - 11:19 WIB
Sebanyak 2.911 ruang isolasi atau karantina telah disiapkan oleh ribuan desa di Jawa Barat, mengantisipasi adanya pemudik yang membawa virus COVID-19 pada musim libur Lebaran tahun ini. SINDOnews/Arif
BANDUNG - Sebanyak 2.911 ruang isolasi atau karantina telah disiapkan oleh ribuan desa di Jawa Barat, mengantisipasi adanya pemudik yang membawa virus COVID-19 pada musim libur Lebaran tahun ini.

Jumlah ruang isolasi dipastikan akan terus bertambah, mengantisipasi pemudik yang lolos dari penyekatan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, penambahan ruang karantina ini terus dilakukan sebagai antisipasi adanya pemudik yang lolos dari penyekatan.



Sebagai salah satu provinsi tujuan pemudik dengan jumlah penduduk yang banyak, menurutnya ruang karantina ini sangat diperlukan. Ruang untuk isolasi ini didirikan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. "Jadi bukan membangun baru," katanya dalam siaran persnya, Minggu (9/5/2021)

Dia menyebut, sejumlah bangunan mulai dari kantor pemerintahan hingga rumah warga difungsikan menjadi ruang karantina selama masa mudik Lebaran 2021 ini.

Nantinya, pemudik ilegal yang lolos dari penyekatan tidak bisa langsung menuju rumah keluarganya, tetapi harus dikarantina selama lima hari. Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang

Meski begitu, menurut Bambang hingga saat ini tidak ada pemudik yang dikarantina. "Artinya larangan dan penyekatan pemudik ini efektif menahan laju pemudik," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!