Tangis Kartini PMI Asal Jateng Pecah saat Bertemu dan Berdialog dengan Gubernur Jatim

Kamis, 06 Mei 2021 - 07:05 WIB
PMI lain bernama Sawal mengaku berasal dari Batang, Jateng. Pria berusia 42 tahun itu merupakan PMI dari Brunei Darussalam. Dia terpaksa pulang karena kontrak kerja habis setelah 10 tahun mencari nafkah di Brunei Darussalam.

Sawal tiba di Surabaya pada 2 Mei 2021. Saat kepulangan, dia menjalani serangkaian tes kesehatan dan swab PCR. Hasilnya negatif. Dari Brunei Darussalam langsung terbang menuju Juanda Surabaya. Selanjutnya, dia harus mengisi data kemudian menjalani Swab PCR dan karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. “Tunggu hasilnya keluar, baru boleh balik. Cakapnya macam itu,” katanya, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Waspada! Satu Varian Baru COVID-19 Ditemukan Masuk Jawa Timur

Di sisi lain, dia mengeluhkan prosedur yang cukup lama karena datang bersama dengan gelombang PMI asal Jatim. Kendati hasil tes menunjukkan negatif, namun dia masih harus menanti kepastian waktu pulang. “Saya juga bingung karena harus pulang dengan biaya sendiri,” katanya.

Berdasarkan aturan, para PMI asal luar provinsi harus pulang dengan biaya sendiri. Gubernur Khofifah juga mendengarkan keluhan para perantau tersebut. “Sabar ya bu, kondisi ini tidak hanya dialami Jatim dan Jateng tapi seluruh Indonesia,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!