Kisah Atlet Cilik Pangandaran, Jadi Kuli dan Tukang Cuci untuk Sekolah

Jum'at, 22 Mei 2020 - 12:41 WIB
Imul terlahir dari pasangan suami istri Wahyudin dan Kurniati, warga Dusun Sindangsari, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak. Dia adalah anak pertama dengan dua adik, yaitu Maelani (kelas 3 SD) dan Mela Arkina yang masih berusia 3 tahun.

Hidup dalam kesederhanaan yang sangat itu, Imul sudah mulai berpikir untuk ikut meringankan beban ekonomi orang tua sejak kelas 6 SD. Di usia yang masih belia saat itu, Imul sudah ikut membantu ayahnya memikul kayu. Upah jasa kuli pikul kayu dalam satu hari kerja mendapat Rp80 ribu.

Kalau tidak ada kayu yang mesti dipikul, Imul mencuci motor dan mobil di sebuah tempat pencucian. Dari tarif cuci mobil Rp35 ribu, dia mendapat bagian Rp17 ribu per unit, sedangkan dari motor dia mendapatkan Rp6 ribu dari ongkos Rp12ribu.

"Saya bekerja untuk membantu keluarga. Sejak kelas 6 SD saya jarang meminta uang ke orang tua, kalau hanya untuk uang jajan saya cari sendiri hasil kerja keras saya,” jelasnya.

(Baca: Lewat Twitter, Anak Bahar Smith Minta Ayahnya Kuat dan Sabar)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!