Ini Alasan Ekonom Milenial Tantang Debat Terbuka Staf Milenial
Minggu, 19 April 2020 - 17:52 WIB
Menurut Bhima, saat ini ada transformasi terkait oligarki. Dulu di zaman Orde Baru, oligarki berasal dari bisnis ekstraktif pertambangan, kehutanan, dan perkebunan. Pelaku oligarki ini bersekongkol dengan kekuasaan untuk memengaruhi kebijakan-kebijakan publik. Mereka relatif merupakan pengusaha-pengusaha senior atau tua.
"Sekarang seperti terjadi semacam transformasi, di mana oligarki dijalankan start up yang mengambil keuntungan dari program pemerintah, seperti Kartu Pra-kerja atau kasus Andi Taufan terkait Kemendes. Yang menarik aktornya berwajah milenial," tandas Bhima.
Bhima juga mengkritik adanya inefisiensi anggaran sebesar Rp 5,6 triliun untuk pelatihan online dalam program Kartu Pra-Kerja. Anggaran untuk pelatihan itu dipandang tidak pas karena masyarakat atau korban PHK lebih membutuhkan bantuan secara tunai dibanding pelatihan online.
"Kedua, berkaitan denga materi pelatihan yang tidak menyelesaikan masalah peserta. Tidak ada jaminan mereka akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan pelatihan itu. Lagi pula, hampir semua materi sudah dibicarakan di platform lain, seperti Youtube, bahkan gratis," tutup Bhima.
"Sekarang seperti terjadi semacam transformasi, di mana oligarki dijalankan start up yang mengambil keuntungan dari program pemerintah, seperti Kartu Pra-kerja atau kasus Andi Taufan terkait Kemendes. Yang menarik aktornya berwajah milenial," tandas Bhima.
Bhima juga mengkritik adanya inefisiensi anggaran sebesar Rp 5,6 triliun untuk pelatihan online dalam program Kartu Pra-Kerja. Anggaran untuk pelatihan itu dipandang tidak pas karena masyarakat atau korban PHK lebih membutuhkan bantuan secara tunai dibanding pelatihan online.
"Kedua, berkaitan denga materi pelatihan yang tidak menyelesaikan masalah peserta. Tidak ada jaminan mereka akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan pelatihan itu. Lagi pula, hampir semua materi sudah dibicarakan di platform lain, seperti Youtube, bahkan gratis," tutup Bhima.
(ihs)
Lihat Juga :