Ini Alasan Ekonom Milenial Tantang Debat Terbuka Staf Milenial

Minggu, 19 April 2020 - 17:52 WIB
loading...
Ini Alasan Ekonom Milenial...
foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Bhima Yudhistira, ekonom Indef yang juga kaum milenial, menantang debat terbuka Adam Belva Devara, anggota staf khusus Presiden, yang sering juga disebut sebagai staf milenial presiden. Topik yang menjadi bahan debat terbuka itu adalah kartu pra-kerja, konflik kepentingan, oligarki milenial, dan permasalahan bangsa lainnya di tengah Covid-19.

Bhima ketika dihubungi Sindonews, Minggu (19/4/2020) menyatakan bahwa alasan dia menantang debat terbuka itu karena adanya keprihatinan melihat staf milenial presiden memiliki konflik kepentingan. Sebab, di satu sisi Belva yang merupakan CEO Ruang Guru mendapatkan proyek dari pemerintah terkait program Kartu-Prakerja. ( Baca: Dari Lady Gaga hingga Rolling Stones Gelar Konser untuk Tenaga Medis )

"Menurut saya ini kurang begitu sehat dalam iklim demokrasi seperti sekarang. Seharusnya milenial ini meninggalkan salah satu, antara jabatan publik atau posisi dia di bisnisnya. Milneial itu dipandang sebagai generasi yang bersih, generasi yang tidak memiliki konflik kepentingan, dan bisa meneruskan suara-suara anak muda," kata Bhima.

Bhima menambahkan, sebagai pembisiknya Pak Jokowi, seharusnya Belva bisa meneruskan semangat anak-anak muda kepada para pengambil kebijakan, bukan malah menjadi bagian dari oligarki.

Menurut Bhima, saat ini ada transformasi terkait oligarki. Dulu di zaman Orde Baru, oligarki berasal dari bisnis ekstraktif pertambangan, kehutanan, dan perkebunan. Pelaku oligarki ini bersekongkol dengan kekuasaan untuk memengaruhi kebijakan-kebijakan publik. Mereka relatif merupakan pengusaha-pengusaha senior atau tua.

"Sekarang seperti terjadi semacam transformasi, di mana oligarki dijalankan start up yang mengambil keuntungan dari program pemerintah, seperti Kartu Pra-kerja atau kasus Andi Taufan terkait Kemendes. Yang menarik aktornya berwajah milenial," tandas Bhima.

Bhima juga mengkritik adanya inefisiensi anggaran sebesar Rp 5,6 triliun untuk pelatihan online dalam program Kartu Pra-Kerja. Anggaran untuk pelatihan itu dipandang tidak pas karena masyarakat atau korban PHK lebih membutuhkan bantuan secara tunai dibanding pelatihan online.

"Kedua, berkaitan denga materi pelatihan yang tidak menyelesaikan masalah peserta. Tidak ada jaminan mereka akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan pelatihan itu. Lagi pula, hampir semua materi sudah dibicarakan di platform lain, seperti Youtube, bahkan gratis," tutup Bhima.
(ihs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi BEM se-Bogor...
Aliansi BEM se-Bogor Raya Lawan Oligarki SDA dan Perkuat Kedaulatan Lokal Berbasis Data
PMI Jakpus Minta Kalangan...
PMI Jakpus Minta Kalangan Milenial Lebih Berani Memulai Donor Darah
Rampung Akhir 2025,...
Rampung Akhir 2025, Hunian Anyar di Cikarang Ini Jadi Incaran Milenial
Debat Pilkada Batang,...
Debat Pilkada Batang, Faiz-Suyono Fokus kepada Peningkatan SDM
Dukung Pertanian Modern...
Dukung Pertanian Modern di Kapuas, Kementan Dampingi Petani Milenial
Didukung Partai Perindo,...
Didukung Partai Perindo, Cawalkot Wahyu Target Suara Milenial di Pilkada Malang
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Rekomendasi
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved