Sejarah Bogor, Kota Tanpa Rasa Risau Tempat Istirahat Gubernur Jenderal Belanda hingga Soekarno
Minggu, 02 Mei 2021 - 06:04 WIB
Dua masa yang berbeda Kebun Raya Bogor dari arah Jalan Jenderal Sudirman. (Foto atas) Bogor tahun 1948. (Foto bawah) Bogor tahun 2020. Foto: www.indiegangers.nl/pksciparigi
JAKARTA - Orang Belanda dulu menyebut Bogor dengan Buitenzorg atau Kota Tanpa Rasa Risau atau bebas masalah. Terbukti hingga sekarang orang-orang Jakarta jika ingin melepaskan penat pasti memilih tempat berlibur dengan waktu tempuh singkat ya ke Kota Bogor atau Puncak, Kabupaten Bogor.
Bogor yang jaraknya hanya sekitar 60 km sebelah selatan Batavia menjadi tempat yang diincar warga untuk berwisata di akhir pekan.
Baca juga: Ganjil Genap di Bogor Berlaku Hanya di Lingkar Kebun Raya Bogor Selama 2 Jam
Berdasarkan sumber dihimpun SINDOnews, pada 1744 Gubernur Jenderal Baron van Imhoff mengadakan ekspedisi ke daerah selatan Batavia. Di tengah perjalanan, dia terpesona keindahan Kota Bogor. Gubernur Jenderal keturunan Jerman ini langsung memerintahkan pembangunan gedung untuk tempat tinggal para gubernur jenderal yang kini menjadi Istana Bogor.
Bogor yang jaraknya hanya sekitar 60 km sebelah selatan Batavia menjadi tempat yang diincar warga untuk berwisata di akhir pekan.
Baca juga: Ganjil Genap di Bogor Berlaku Hanya di Lingkar Kebun Raya Bogor Selama 2 Jam
Berdasarkan sumber dihimpun SINDOnews, pada 1744 Gubernur Jenderal Baron van Imhoff mengadakan ekspedisi ke daerah selatan Batavia. Di tengah perjalanan, dia terpesona keindahan Kota Bogor. Gubernur Jenderal keturunan Jerman ini langsung memerintahkan pembangunan gedung untuk tempat tinggal para gubernur jenderal yang kini menjadi Istana Bogor.
Lihat Juga :