Pertama Diresmikan 6 April 1925, Kereta Rel Listrik di Batavia Pernah Jadi yang Termodern di Asia

Jum'at, 30 April 2021 - 05:30 WIB


Sebelumnya, awal proses elektrifikasi jalur kereta api pertama kali dilakukan pada jalur rute Tanjung Priok – Meester Cornelis (Jatinegara) pada 1923 dan selesai pada 24 Desember 1924. Tepat setahun kemudian berturut-turut rute kereta listrik Meester Cornelis–Manggarai–Koningsplein (Gambir)–Batavia mulai dibuka untuk umum. (Baca juga; Jejak Batavia Noord, Stasiun Pertama dan Tertua Cikal Bakal Pengembangan Jalur KRL Jakarta-Bogor )

Secara keseluruhan, sejak 1 Mei 1927 Gementee (Kota) Batavia telah dilayani lintas kereta api listrik yang mengelilingi kota (ceintuur-baan). Pada 1939, tercatat sebanyak 72-73 perjalanan kereta api listrik melintasi jalur lingkar Batavia dan Manggarai-Bogor.

Menjelang runtuhnya Hindia Belanda akhir 1941, total sarana kereta api listrik yang dimiliki Staats Spoorwegen (SS) berjumlah 64 unit, terdiri dari 13 unit lokomotif listrik, 25 unit kereta penumpang bermotor, dan 26 kereta penumpang biasa. Pada 1930, elektrifikasi pada jalur Jakarta dan Bogor juga sudah dirampungkan.

Pengoperasian Kereta Rel Listrik di Batavia ini merupakan tonggak dimulainya sistem transportasi massal modern pertama di Asia. Untuk melayani jalur kereta listrik ini, pemerintah Hindia Belanda membeli beberapa jenis lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api. (Baca juga; Si Bon-Bon Simbol Elektrifikasi Jalur Kereta di Tanah Air )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!