MHU Optimistis UU Cipta Kerja Dorong Kebangkitan Sektor Penerbangan
Kamis, 29 April 2021 - 19:23 WIB
"MHU menyadari bahwa kerja besar tidak berhenti dengan diundangkannya UU Cipta Kerja, tapi berlajut dengan pembuatan peraturan pelaksanaan yang banyak dan memerlukan perhatian yang rinci, agar peraturan ini bisa berjalan pada tahap pelaksanaan, tidak saling bertentangan, dan sesuai juga dengan konvensi internasional yang ada," tutur Andre dalam webinar.
Lebih lanjut, Andre juga menyoroti banyaknya masalah yang bisa timbul jika peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja tidak dibuat secara teliti dan menampung aspirasi stakeholder. Oleh karenanya, Andre menyatakan, MHU berkomitmen terlibat aktif dalam pembuatan peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja.
"MHU siap untuk membantu pemerintah, khususnya Kementrian Perhubungan dalam pembuatan peraturan pelaksanaan, termasuk beberapa peraturan menteri perhubungan," tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2021, Kementerian Perhubungan akan menetapkan 12 rancangan peraturan menteri perhubungan (permenhub).
Rancangan permenhub tersebut, antara lain sertifikasi dan registrasi personel bandar udara, standar pesawat udara tanpa awak (drone), program pendidikan dan pelatihan keamanan penerbangan nasional, dan pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangan di bidang penerbangan.
"Sejauh ini, kami sudah menyampaikan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, lima rancangan permenhub untuk proses harmonisasi dan dua rancangan permenhub dalam tahap pembahasan internal terkait aturan yang benar-benar baru, yaitu RPM standar pembangunan bandara dan aturan drone," terangnya.
Khusus pembuatan aturan drone, kata Novie, hal itu merupakan salah satu usaha agar Indonesia berada di posisi terdepan dalam mengatur drone yang beratnya di atas 25 kilogram, kelaikudaraan, dan sertifikasi operator drone.
Lebih lanjut, Andre juga menyoroti banyaknya masalah yang bisa timbul jika peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja tidak dibuat secara teliti dan menampung aspirasi stakeholder. Oleh karenanya, Andre menyatakan, MHU berkomitmen terlibat aktif dalam pembuatan peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja.
"MHU siap untuk membantu pemerintah, khususnya Kementrian Perhubungan dalam pembuatan peraturan pelaksanaan, termasuk beberapa peraturan menteri perhubungan," tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2021, Kementerian Perhubungan akan menetapkan 12 rancangan peraturan menteri perhubungan (permenhub).
Rancangan permenhub tersebut, antara lain sertifikasi dan registrasi personel bandar udara, standar pesawat udara tanpa awak (drone), program pendidikan dan pelatihan keamanan penerbangan nasional, dan pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran peraturan perundangan di bidang penerbangan.
"Sejauh ini, kami sudah menyampaikan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, lima rancangan permenhub untuk proses harmonisasi dan dua rancangan permenhub dalam tahap pembahasan internal terkait aturan yang benar-benar baru, yaitu RPM standar pembangunan bandara dan aturan drone," terangnya.
Khusus pembuatan aturan drone, kata Novie, hal itu merupakan salah satu usaha agar Indonesia berada di posisi terdepan dalam mengatur drone yang beratnya di atas 25 kilogram, kelaikudaraan, dan sertifikasi operator drone.
Lihat Juga :