Mendidik Mantan Napi Hasilkan Produk Kreatif, Upaya Bangkit dan Diterima Masyarakat

Sabtu, 24 April 2021 - 19:25 WIB
Inisiator Yayasan Batas Cakrawala Iwan Setiawan (50) menunjukkan produk lampion berbahan dasar dari limbah paralon hasil karya dari para mantan napi yang dibinanya. Foto/MPI/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Menjadi seorang pesakitan dengan menjalani kurungan di jeruji besi tentunya tidak diharapkan oleh siapapun. Pasalnya predikat melekat sebagai seorang mantan napi kerap dicibir oleh masyarakat dan peluang untuk mencari pekerjaan pun biasanya tertutup.

Melihat kenyataan seperti itu, membuat Iwan Setiawan (50) warga Komplek Pesona Fajar Asri Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berinisiatif mendirikan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) bernama Yayasan Batas Cakrawala.



Baca juga: Mudik Dilarang, Wagub Jabar Minta ASN Jadi Teladan

Lembaga ini menjadi tempat bagi mantan-mantan pesakitan atau mantan napi untuk berkreasi secara mandiri mengembangka minat dan bakatnya. Tujuannya agar mantan napi tidak kembali terjerumus kepada dunia hitam yang bisa membuat mereka kembali ke habitatnya di penjara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!