13 Minggu Zona Oranye, Satgas Covid-19 Imbau Warga Depok Taati Prokes
Rabu, 21 April 2021 - 09:25 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
DEPOK - Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, Depok saat ini berada dalam status zona oranye . Hal itu berdasarkan peta zona risiko daerah yang ditetapkan oleh pusat.
“Iya berdasarkan ilis data dari satgas pusat, Alhamdulillah kita sudah 13 Minggu terakhir ini kita berada pada zona oranye,” kata Dadang di Depok, Rabu (21/4/2021). Baca juga: Billboard Reklame Keluarkan Suara Azan, Netizen: Depok Tambah Keren
Dia mengimbau, masyarakat mematuhi protokol kesehatan sehingga, status zona oranye tak lagi disandangnya. Dia mengingatkan, agar semua pihak tidak lengah dan menurunkan prokes yang dapat berdampak pada status zona wilayah.
“Mudah-mudahan kita bisa meningkatkan score karena memang ini sangat tergantung ikhtiar semu pihak, pemerintah maupun warga dalam rangka melakukan prokes. Kita ketahui bahwa pada Ramadhan sekarang, aktivitas warga secara sosial dan ekonomi cukup tinggi, nah ini harus dibarangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kalau kita longgar maka dikhawatirkan ada peningkatan kasus kembali jadi ini yang harus kita sama-sama pahami, terutama di dalam kegiatan sosial keagamaan,” terangnya.
“Iya berdasarkan ilis data dari satgas pusat, Alhamdulillah kita sudah 13 Minggu terakhir ini kita berada pada zona oranye,” kata Dadang di Depok, Rabu (21/4/2021). Baca juga: Billboard Reklame Keluarkan Suara Azan, Netizen: Depok Tambah Keren
Dia mengimbau, masyarakat mematuhi protokol kesehatan sehingga, status zona oranye tak lagi disandangnya. Dia mengingatkan, agar semua pihak tidak lengah dan menurunkan prokes yang dapat berdampak pada status zona wilayah.
“Mudah-mudahan kita bisa meningkatkan score karena memang ini sangat tergantung ikhtiar semu pihak, pemerintah maupun warga dalam rangka melakukan prokes. Kita ketahui bahwa pada Ramadhan sekarang, aktivitas warga secara sosial dan ekonomi cukup tinggi, nah ini harus dibarangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kalau kita longgar maka dikhawatirkan ada peningkatan kasus kembali jadi ini yang harus kita sama-sama pahami, terutama di dalam kegiatan sosial keagamaan,” terangnya.
Lihat Juga :