Ni'matullah Sosialisasikan Nilai Kebangsaan untuk Tangkal Radikalisme
Senin, 19 April 2021 - 15:32 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ni’matullah saat sosialisasi nilai-nilai kebangsaan untuk tangkal radikalisme. Foto: Istimewa
MAROS - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ni’matullah kembali melaksanakan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan di salah satu sekolah di Jalan Taqwa, Kelurahan Baju Bodoa, Maros Baru.
Ketua Partai Demokrat Sulsel itu mengatakan, sosialisasi kebangsaan itu merupakan salah satu tugas dari anggota DPRD Sulsel yang tujuannya untuk merajuk kebersamaan dan menguatkan solidaritas sosial.
Tak hanya itu, kata dia, salah satu tujuan sosialisasi ini untuk menangkal radikalisme di kalangan masyarakat. Tak dipungkiri, pelaku aksi teroris dan gerbong teroris di Sulsel ini berasal dari beberapa daerah yang dihimpun.
Baca Juga: 19 Anggota DPRD Sulsel Belum Lapor Harta Kekayaan ke KPK
"Jadi selain karena tugas, sosialisasi ini juga diniatkan sebagai ajang silaturahmi dengan warga. Saya sangat bahagia karena ini lokasi kedua saya sosialisasi, sebelumnya di Pangkep," katanya, Senin (19/04/2021).
Menurutnya, potensi konflik yang terjadi di wilayah Maros sendiri terbilang masih sangat terkontrol. Seperti konflik Pilkada yang dengan cepat mencair karena dibarengi perilaku politisi yang sangat dewasa.
Ketua Partai Demokrat Sulsel itu mengatakan, sosialisasi kebangsaan itu merupakan salah satu tugas dari anggota DPRD Sulsel yang tujuannya untuk merajuk kebersamaan dan menguatkan solidaritas sosial.
Tak hanya itu, kata dia, salah satu tujuan sosialisasi ini untuk menangkal radikalisme di kalangan masyarakat. Tak dipungkiri, pelaku aksi teroris dan gerbong teroris di Sulsel ini berasal dari beberapa daerah yang dihimpun.
Baca Juga: 19 Anggota DPRD Sulsel Belum Lapor Harta Kekayaan ke KPK
"Jadi selain karena tugas, sosialisasi ini juga diniatkan sebagai ajang silaturahmi dengan warga. Saya sangat bahagia karena ini lokasi kedua saya sosialisasi, sebelumnya di Pangkep," katanya, Senin (19/04/2021).
Menurutnya, potensi konflik yang terjadi di wilayah Maros sendiri terbilang masih sangat terkontrol. Seperti konflik Pilkada yang dengan cepat mencair karena dibarengi perilaku politisi yang sangat dewasa.
Lihat Juga :