Tokoh Papua Sebut Ulah OPM yang Membantai Warga Sipil di Kabupaten Puncak Melukai Adat
Jum'at, 16 April 2021 - 19:14 WIB
Tokoh Adat Papua, Yanto Eluay, mengatakan, serangkaian kekejaman yang dilakukan OPM terhadap guru, tukang ojek, dan anak sekolah di Kabupaten Puncak, melanggar norma adat dan mencoreng wajah adat. Foto iNews TV/Nathan M
ILAGA - Tokoh Adat Papua , yang juga merupakan Ondofolo Sentani, Yanto Eluay, mengatakan, serangkaian kekejaman yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau yang lebih dikenal Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap guru, tukang ojek, dan anak sekolah di Kabupaten Puncak, melanggar norma adat dan mencoreng wajah adat.
Hal tersebut dikatakanya, Jumat (16/4/2021) di Kedimaannya di Sentani, Papua.
Baca: Berkhianat! Mantan Prajurit Raider Membelot Bergabung Jadi Komandan Lapangan OPM
“Menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi saat ini di Kabupaten Puncak, kami sangat menyesalinya. kami masyarakat papua adalah masyarakat adat sehingga apa yang dilakukan oleh pelaku dalam hal ini KKB merupakan pelanggaran terhadap adat,” tuturnya.
Hal tersebut dikatakanya, Jumat (16/4/2021) di Kedimaannya di Sentani, Papua.
Baca: Berkhianat! Mantan Prajurit Raider Membelot Bergabung Jadi Komandan Lapangan OPM
“Menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi saat ini di Kabupaten Puncak, kami sangat menyesalinya. kami masyarakat papua adalah masyarakat adat sehingga apa yang dilakukan oleh pelaku dalam hal ini KKB merupakan pelanggaran terhadap adat,” tuturnya.