Menu Buka Puasa Khas Timur Tengah di Kedai Langsep Salatiga, Goda Selera Makan
Jum'at, 16 April 2021 - 14:48 WIB
Pemilik Kedai Langsep Macanan Salatiga Jatmiko Musiban Kholil menuturkan, dirinya sengaja menyajikan menu khusus khas Timur Tengah selama bulan suci Ramadan bertujuan mengenalkan ragam kuliner sekaligus menawarkan sensasi berbeda. Selain makanan berat, juga menyediakan snack Roti Channai atau biasa disebut Roti Maryam.
"Makanan khas Timur Tengah ini untuk mengenalkan kepada masyarakat ragam kuliner Arab, bahwa di Salatiga," kata Jatmiko atau akrab disapa Chef Miko ini, Jumat (16/4/2021). Baca juga: Mau Coba Segarnya Es Bongko Hilangkan Dahaga Saat Buka Puasa?
Menurutnya, awal mula memilih menjual makanan dengan menu khas Timur Tengah karena di Salatiga belum banyak yang menjual. Kemudian, latar belakang dirinya pernah menjadi juru masak di beberapa hotel di Dubai dan Arab Saudi selama hampir 12 tahun.
Dia menjelaskan, dalam proses memasak nasi kabsah dinilai cukup cepat hanya membutuhkan waktu sekira 15 menit. Jika pengunjung ingin menikmati makanan berkelompok atau beramai-ramai tersedia nasi kebuli.
Chef Miko menerangkan, memiliki keahlian memasak menu masakan khas Timur Tengah dari belajar langsung dengan chef asal Lebanon, Turki, dan Yordania selama bekerja di luar negeri. "Yang membedakan hanyalah campuran rempah-rempahnya. Jika orang asli negara-negara Arab itu lebih kuat rasa rempahnya, terutama nasi kebuli. Untuk nasi kabsah lebih ringan," ucapnya.
"Makanan khas Timur Tengah ini untuk mengenalkan kepada masyarakat ragam kuliner Arab, bahwa di Salatiga," kata Jatmiko atau akrab disapa Chef Miko ini, Jumat (16/4/2021). Baca juga: Mau Coba Segarnya Es Bongko Hilangkan Dahaga Saat Buka Puasa?
Menurutnya, awal mula memilih menjual makanan dengan menu khas Timur Tengah karena di Salatiga belum banyak yang menjual. Kemudian, latar belakang dirinya pernah menjadi juru masak di beberapa hotel di Dubai dan Arab Saudi selama hampir 12 tahun.
Dia menjelaskan, dalam proses memasak nasi kabsah dinilai cukup cepat hanya membutuhkan waktu sekira 15 menit. Jika pengunjung ingin menikmati makanan berkelompok atau beramai-ramai tersedia nasi kebuli.
Chef Miko menerangkan, memiliki keahlian memasak menu masakan khas Timur Tengah dari belajar langsung dengan chef asal Lebanon, Turki, dan Yordania selama bekerja di luar negeri. "Yang membedakan hanyalah campuran rempah-rempahnya. Jika orang asli negara-negara Arab itu lebih kuat rasa rempahnya, terutama nasi kebuli. Untuk nasi kabsah lebih ringan," ucapnya.
(don)
Lihat Juga :