Cerita Pemilik Warung yang Temukan Bungkusan Mencurigakan FPI Munarman di Depok
Senin, 05 April 2021 - 13:29 WIB
“Aku taruh lagi karena berat dan bukan sepatu pesanan saya. Sekitar sekilo beratnya. Saya lapor Pak RT karena takut paketan nggak benar,” ucapnya.
Setelah Ketua RT datang kemudian paketan tersebut dibuka menggunakan perantara gagang sapu. Kemudian pihak RT melapor ke Polsek Limo. “Datang polisi banyak,” kata Taryati.
Baca juga: Benda Mencurigakan Bertuliskan “FPI Munarman” Ditemukan di Depok
Dia tidak tahu siapa yang menaruh benda itu di warungnya. Dia tidak menaruh curiga pada pembeli yang datang. “Namanya warung ya yang datang banyak. Cuma yang mencurigakan ya nggak tahu,” ujarnya.
Kebanyakan pembeli di warungnya adalah pekerja proyek. Dia pun tidak terlalu memerhatikan setiap pembeli yang datang. “Semua yang beli ya kayaknya banyakan orang-orang proyek. Kalau orang lewat suka beli ya ngga kenal aku ya ngga tahu. Tapi, ngga mencurigakan begitu. Kita ya ngga was-was namanya orang biasa, beli ya kita ngga perhatiin,” kata Taryati.
Setelah Ketua RT datang kemudian paketan tersebut dibuka menggunakan perantara gagang sapu. Kemudian pihak RT melapor ke Polsek Limo. “Datang polisi banyak,” kata Taryati.
Baca juga: Benda Mencurigakan Bertuliskan “FPI Munarman” Ditemukan di Depok
Dia tidak tahu siapa yang menaruh benda itu di warungnya. Dia tidak menaruh curiga pada pembeli yang datang. “Namanya warung ya yang datang banyak. Cuma yang mencurigakan ya nggak tahu,” ujarnya.
Kebanyakan pembeli di warungnya adalah pekerja proyek. Dia pun tidak terlalu memerhatikan setiap pembeli yang datang. “Semua yang beli ya kayaknya banyakan orang-orang proyek. Kalau orang lewat suka beli ya ngga kenal aku ya ngga tahu. Tapi, ngga mencurigakan begitu. Kita ya ngga was-was namanya orang biasa, beli ya kita ngga perhatiin,” kata Taryati.
(jon)
Lihat Juga :