Habib Bahar Dipindahkan ke Nusakambangan, Kuasa Hukum: Sangat Berlebihan dan Konyol

Rabu, 20 Mei 2020 - 11:52 WIB
"Sebenarnya sederhana kok, mereka hanya mereka hanya ingin dapat perlakuan baik yang dibuktikan dengan dapat dilihat sejenak oleh keluarga dan pengacara. Sederhana kan, butuh hanya 2 menit, kemarin pagi," paparnya. (Baca juga; 3.922 Napi Dapat Asimilasi, 10 Kembali Lakukan Pelanggaran Termasuk Habib Bahar )

Tak hanya itu, Azis juga mengaku tak menjamin tak akan ada massa datang melakukan aksi, jika hak kliennya untuk didampingi kuasa hukum terpenuhi. Tapi tindakan pihak Lapas Gunung Sindur malah terkesan arogan menolak pihak keluarga maupun kuasa hukumnya untuk menjenguk walau hanya sejenak.

"Bayangkan saja Rabu (20/5/2020) dini hari baru boleh dilihat setelah dari pagi massa melakukan aksi (di depan Lapas Gunung Sindur)," paparnya. (Baca juga; Bahar Smith Berlebaran di Lapas Gunung Sindur, Tak Boleh Dijenguk Siapapun )

Kemudian, lanjut dia, jika memang hanya karena adanya aksi massa yang dianggap meresahkan kemudian, dipindah ke Nusakambangan menurutnya hal tersebut konyol. "Ini sangat konyol, arogan dan menunjukkan mental tiran dan mental 'sultan' anti kritik bukan malah sebaliknya mental melayani dan pengayoman sebagaimana slogan nya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Gunung Sindur Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan narapidana kasus penganiayaan terhadap remaja yang izin asimilasinya dicabut dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. "Iya benar, dipindahkan pukul 22.30 WIB, Selasa (19/5/2020)," ucapnya singkat.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!