22 Tahun Reformasi di Mata Kader PDIP Surabaya
Rabu, 20 Mei 2020 - 11:36 WIB
Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengatakan, pada masa pendemi COVID-19 seluruh sendi kehidupan yang dibangun pasca Reformasi terpukul. Termasuk aspek-aspek kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, spirit Gerakan Reformasi harus kembali digelorakan dalam menghadapi pandemi COVID-19.
”Spirit Reformasi adalah kesatupaduan seluruh elemen gerakan rakyat ketika itu dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Maka sekarang semua elemen bangsa juga harus bersatu. Menyingkirkan berbagai latar primordial dan golongan seperti yang dilakukan kelompok penggerak Reformasi, untuk bergotong royong melewati pandemi ini,” papar Achmad Hidayat, yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Agatha Retnosari menyatakan, jiwa aktivis terus melekat di seluruh penggerak Reformasi 1998. Mereka kini telah ikut mewarnai panggung-panggung publik dengan idealisme dan gagasannya.
”Dari perjalanan selama ini, saya belajar bahwa yang dulu menjadi aktivis yang kental dengan idealisme dan gagasan yang menyala-nyala ikut terbawa dalam kehidupan politik praktis,” ujar alumni Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ini.
Setelah selesai menjadi aktivis di kampus, Agatha saat ini terjun ke politik praktis. Dia menjadi DPRD Jatim dua periode dari PDIP melalui perjuangan ketat di Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya.
”Spirit Reformasi adalah kesatupaduan seluruh elemen gerakan rakyat ketika itu dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Maka sekarang semua elemen bangsa juga harus bersatu. Menyingkirkan berbagai latar primordial dan golongan seperti yang dilakukan kelompok penggerak Reformasi, untuk bergotong royong melewati pandemi ini,” papar Achmad Hidayat, yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Agatha Retnosari menyatakan, jiwa aktivis terus melekat di seluruh penggerak Reformasi 1998. Mereka kini telah ikut mewarnai panggung-panggung publik dengan idealisme dan gagasannya.
”Dari perjalanan selama ini, saya belajar bahwa yang dulu menjadi aktivis yang kental dengan idealisme dan gagasan yang menyala-nyala ikut terbawa dalam kehidupan politik praktis,” ujar alumni Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ini.
Setelah selesai menjadi aktivis di kampus, Agatha saat ini terjun ke politik praktis. Dia menjadi DPRD Jatim dua periode dari PDIP melalui perjuangan ketat di Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya.
Lihat Juga :