Rumah Zakat Sebut Masyarakat yang Ajukan Bantuan Makin Banyak

Rabu, 20 Mei 2020 - 11:13 WIB
Verifikasi ini, kata dia, menjadi poin penting untuk mastikan, masyarakat yang mengajukan pembebasan tersebut layak atau tidaknya. "Terakhir, ada 34 orang yang kami bantu. Mereka, pekerja harian non formal, ada yang dirumahkan tak bisa membayar kontrakan dan lain-lain makanya kami bantu," kata Nur.

Begitupun para pelaku usaha. Rumah Zakat yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) ini mencatat ada ratusan pelaku usaha terdampak. Langkah yang dilakukan Rumah Zakat yaitu memberdayakan pelaku UMKM yang usahanya terdampak. Melalui dana sosial yang diamanahkan donatur, Rumah Zakat membantu 518 UMKM yang terdaftar sebagai unit usaha terdampak COVID-19.

"Bantuan yang diberikan bukan hanya modal, tapi juga pendampingan agar usaha mereka dapat terus berjalan di tengah pandemi," katanya. (Baca juga; Bantuan Paket Sembako Polda Jabar Disebar ke Warga Terdampak COVID-19 di Cimahi )

Sementara untuk mengantisipasi masalah pangan, Rumah Zakat memanfaatkan dana Ziswaf untuk mendirikan lumbung pangan yang kini tersebar di 33 titik di delapan provinsi. Lumbung pangan tersebut, kata dia, saat ini sudah menghasilkan 60 ton beras yang bisa digunakan oleh masyarakat di daerahnya dan juga disimpan sebagai cadangan pangan di masa krisis.

"Konsep lumbung pangan ini terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf dalam menangani krisis. Kami akan berupaya untuk menambah titik lumbung pangan, sebagai wujud ikhtiar mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi," papar Nur Efendi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!