Prodi Rekayasa Tekstil UII Bikin Masker dan Baju Hazmat Antibakteri

Sabtu, 18 April 2020 - 19:06 WIB
"Kami melakukan uji lab terlebih dahulu sebelum menentukan bahan untuk pembuatan masker dan pakaian pelindung diri, sehingga bahan yang kami gunakan memenuhi standar WHO," katanya.

Faizal menjelaskan, untuk pembuatan masker mengunakan bahan dari seray rayon dan kapas. Serat rayon dipakai pada bagian depan masker dengan konstruksi anyaman 84 X 5030R. Dan bagian dalam dari serat kapas dengan konstruksi anyaman 74 X 5630C. Bahan ini bukan hanya antiair tapi juga antivirus. Sebab saat diuji bahan itu korosivitasnya lebih kecil dari Covid-19, yakni 0,12 micron, sehingga virus tidak bisa masuk.

"Untuk hazmat kami memakai tiga jenis bahan yang juga antiair dan virus, yaitu bahan nonwoven polivinil, rayon, dan polyester," katanya.

Tahap awal, UII sudah membuat 2.000 pieces masker, 14 baju hazmat yang terdiri dari tujuh dari bahan nonwoven polivinil, lima bahan rayon, dan dua dari polyester. UII akan membuat lagi 8.000 pieces masker dan 100 baju hazmat untuk didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas yang membutuhkan.

"Kami akan mengevaluasi dan mengembangkan lagi, dari bahan-bahan tersebut yang paling cocok untuk pembuatan masker dan APD," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!