Ondel-Ondel di Jalanan Jakarta, Antara Penertiban dan Pembiaran
Rabu, 24 Maret 2021 - 22:15 WIB
"Mari tetap jaga nilai-nilai warisan budaya dengan baik. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan dalam menjaga Ondel-Ondel sebagai simbol kekayaan dan kebanggaan budaya Betawi di Jakarta," tulis @dishubdkijakarta yang dikutip, Rabu (24/3/2021).
Dilansir dari berbagai sumber, Ondel-Ondel adalah salah satu kesenian yang bersumber dari akar kebudayaan asli Betawi. Konon katanya boneka besar dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan berbadan diameter kurang lebih 80 cm itu sudah ada sejak zaman pra-Islam di Pulau Jawa. Selalu dikaitkan dengan dunia magis, Ondel-Ondel mulanya merupakan simbolisasi dari penjaga kampung dari segala macam bahaya, ancaman, dan wabah penyakit.
Bagian wajah Ondel-Ondel berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah Ondel-Ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih.
Diameter tubuh dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian depannya diberi rongga kecil sebagai celah bagi penunggang untuk melihat ke luar. Tujuannya agar penunggang Ondel-Ondel tidak kehilangan arah dan mampu bergoyang sesuai irama. Ondel-Ondel juga memiliki goyangan khas yang dikenal dengan nama ngibing, yaitu gerakan memutar tubuh dengan cepat.
Baca juga: Warisan Budaya, Masyarakat Dilarang Pakai Ondel-ondel untuk Mengemis
Dilansir dari berbagai sumber, Ondel-Ondel adalah salah satu kesenian yang bersumber dari akar kebudayaan asli Betawi. Konon katanya boneka besar dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan berbadan diameter kurang lebih 80 cm itu sudah ada sejak zaman pra-Islam di Pulau Jawa. Selalu dikaitkan dengan dunia magis, Ondel-Ondel mulanya merupakan simbolisasi dari penjaga kampung dari segala macam bahaya, ancaman, dan wabah penyakit.
Bagian wajah Ondel-Ondel berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah Ondel-Ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih.
Diameter tubuh dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian depannya diberi rongga kecil sebagai celah bagi penunggang untuk melihat ke luar. Tujuannya agar penunggang Ondel-Ondel tidak kehilangan arah dan mampu bergoyang sesuai irama. Ondel-Ondel juga memiliki goyangan khas yang dikenal dengan nama ngibing, yaitu gerakan memutar tubuh dengan cepat.
Baca juga: Warisan Budaya, Masyarakat Dilarang Pakai Ondel-ondel untuk Mengemis
Lihat Juga :