Ahli ITB Sebut 50 Persen Suplai Air Terbuang Sia-sia

Rabu, 24 Maret 2021 - 06:16 WIB
Begitu pun saat hujan turun, airnya terbuang begitu saja ke sungai hingga menuju laut. Pada sisi lain, menurutnya air tanah kita pun tidak maksimal penggunaannya. Sebagai contoh, di kawasan industri banyak penggunaan air tanah secara berlebihan. "Akibat mereka tak bisa mendapatkan pelayanan air, sehingga untuk industri harus ambil air tanah," katanya.

Akibatnya, tambah dia, pengambilan air tanah berlebihan akan berdampak terhadap ketersediaan. Sebab, pada sisi lain jumlah air yang tersimpan di tanah sangat berkurang. Salah satu penyebabnya karena semakin hilangnya resapan di kawasan hulu akibat alih fungsi menjadi pemukiman. "Jadi saat kering kekurangan air, saat hujan airnya tak teresap, karena tak punya tampungan," katanya.

Sementara itu, menurutnya dari sisi penggunaan pun adanya ketidakadilan antara warga kalangan atas dengan bawah. Dia menilai, warga kelas atas justru lebih murah dan mudah dalam memeroleh air bersih.

Dia menambahkan, kondisi ini berbeda dengan di luar negeri. "Mereka lebih melihat bagaimana meningkatkan nilai air. Penggunaan air sangat efisien," katanya seraya menyebut teknologi pun di luar negeri sudah diterapkan dengan baik.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengedukasi kepada sesama. "Kita edukasi ke masyarakat bagaimana kita memperlakukan air dengan baik dari hulu," katanya. Baca juga: Wabup Kasta Tinjau Sumur Air Desa Pikat, Warga Ingin Memanfaatkan Kembali untuk Sumber Air
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!