Sejarah Kebun Binatang Pertama hingga Dikenal Taman Margasatwa Ragunan

Rabu, 24 Maret 2021 - 06:17 WIB
Namun seiringnya waktu, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini pada tahun 1949. Koleksi satwa di kebun binatang ini juga sudah cukup banyak, sudah memiliki 100 ekor satwa di antaranya banteng, burung, buaya, menjangan tutul, kijang, beruang madu, monyet mantol dan Jawa.

Kebun Binatang Cikini yang memiliki luas 10 hektare ini merupakan tanah hibah dari seorang pelukis kenamaan asal Indonesia yakni Raden Saleh. Dia menghibahkan pekarangan rumahnya seluas 10 hektare di Cikini untuk dijadikan kebun binatang.

Sedangkan harga tiket masuk yang dibanderol pada saat itu hanya sebesar Rp 75 untuk anak-anak dan Rp150 untuk dewasa. Baca juga: Sejarah Jakarta, Disebut di Batu Tulis Purnawarman yang Berkembang Menjadi Bandar Besar



Meski demikian, tempat rekreasi di Cikini saat itu tidah hanya Kebon Binatang Cikini.Tetapi ada taman, bioskop, kolam renang, dan masih banyak lagi. Kawasan itu pun sangat ramai dikunjungi.

Karena posisi Cikini yang berada di pusat kota kemudian tidak bisa berekspansi lagi dan dipindahkan ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada tahun 1966. Pemindahan Kebun Binatang Cikini ke Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dipimpin oleh T.H.E.W. Umboh.

Namun, luas lahan yang digunakan saat itu belum seluas saat ini. Karena hanya baru 85 hektare. Pembangunan kebun binatang baru ini pun membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun. Benjamin Galstaun diangkat menjadi direktur Kebun Binatang Ragunan oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin . Baca juga: Kisah Ali Sadikin dan Rumitnya Lalu Lintas Jakarta
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!