Bersilaturahmi dengan Gapoktan, Ridwan Kamil Minta Pusat Tunda Impor Beras

Rabu, 17 Maret 2021 - 14:31 WIB
Emil juga mengatakan bahwa rencana impor beras bakal berdampak negatif mengingat kondisi Jabar yang mengalami surplus beras dan tak lama lagi panen raya.

"Jika tiba-tiba ada impor beras bisa terbayang harga beras lokal akan terbanting. Upaya petani yang tengah berjuang mencari kesejahteraan akan lenyap akibat impor beras di masa panen raya," jelas Emil.

"Maka kami memeberikan usulan agar impor beras ditunda sehubungan dengan surplus panen. Kita ada 322 ribu ton, ini sudah berlebih, banyak sekali," sambung Emil.

Lebih lanjut Emil mengatakan, kondisi surplus beras yang dialami Jabar tak lepas dari kurangnya penyerapan oleh Bulog. Dia mencontohkan, di Cirebon, Bulog biasanya membeli 130.000 ton beras, namun kini hanya 21.000 ton.

"Masa sudah beras banyak, impor pula. Kalau posisinya krisis beras, saya kira masuk akal. Tapi ini kan surplus. Jangan sampai kebijakan impor beras ini menghantam kesejahteraan patani. Maka kami mengusulkan ke pemerintah, agar menunda beras impor, maksimalkan saja produksi Jabar yang melimpah," papar Emil seraya menekankan, impor beras sebaiknya hanya dilakukan saat ada potensi krisis pangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!