Bupati Pemalang Minta Pemilik Tanah Hentikan Pembangunan Rumah yang Menutup Akses Warga
Selasa, 16 Maret 2021 - 04:11 WIB
Sedangkan pemilik tanah Sukendro menyebutkan, pihaknya sudah membuat akses jalan meski hanya untuk pejalan kaki. Dia belum bersedia memberikan jalan selebar satu meter sepanjang 25 meter dan tetap pada pendirian, meminta uang ganti rugi bangunan dan imaterial total Rp 150 juta. Baca: Heboh, Mayat Bayi dalam Tas Ditemukan Tersangkut di Saluran Irigasi.
"Saya membangun rumah di tanah milik sendiri, ada sertifikat dan ada IMB , tidak ada yang dilanggar. Saya juga sudah membuka jalan untuk bisa lewat jalan kaki . Sedang untuk mebuka satu meter , saya tetap pada keputusan keluarga yaitu minta gani rugi bangunan dan immaterial Rp 150 juta, lebar satu meter panjang 25 meter,” jelas Sukendro. Baca Juga: Sudah Vaksin, Satpol PP Tulungagung Masih Terpapar COVID-19.
Empat keluarga yang tertutup aksesnya, hingga kini masih kesulitan . “ Kami berterimakasih pak Bupati sudah hadir dan mau menyelsaikan masalah ini. Untuk ganti rugi, kami memang tidak sanggup untuk membayar sebesar Rp 150 juta tersebut dan hanya bisa menawar Rp 16 juta. Permintaan maaf untuk keluarga sudah dilakukan dan melalui media televisi juga cetak dan online juga telah dilakukan ,” jelas Tri Budi, salah satu keluarga yang terisolir.
"Saya membangun rumah di tanah milik sendiri, ada sertifikat dan ada IMB , tidak ada yang dilanggar. Saya juga sudah membuka jalan untuk bisa lewat jalan kaki . Sedang untuk mebuka satu meter , saya tetap pada keputusan keluarga yaitu minta gani rugi bangunan dan immaterial Rp 150 juta, lebar satu meter panjang 25 meter,” jelas Sukendro. Baca Juga: Sudah Vaksin, Satpol PP Tulungagung Masih Terpapar COVID-19.
Empat keluarga yang tertutup aksesnya, hingga kini masih kesulitan . “ Kami berterimakasih pak Bupati sudah hadir dan mau menyelsaikan masalah ini. Untuk ganti rugi, kami memang tidak sanggup untuk membayar sebesar Rp 150 juta tersebut dan hanya bisa menawar Rp 16 juta. Permintaan maaf untuk keluarga sudah dilakukan dan melalui media televisi juga cetak dan online juga telah dilakukan ,” jelas Tri Budi, salah satu keluarga yang terisolir.
(nag)
Lihat Juga :