Atasi Banjir Makassar, Pemprov Sulsel Akan Lakukan Normalisasi Sungai
Minggu, 14 Maret 2021 - 18:31 WIB
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meninjau pengerukan Sungai Balangturungang Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (14/3/2021). Foto: Humas Pemprov Sulsel
MAKASSAR - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang meninjau pengerukan Sungai Balangturungang Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (14/3/2021).
Peninjauan tersebut sebagai bentuk penanganan masalah banjir yang kerap terjadi di beberapa titik di Kota Makassar, akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Baca juga: Geopark Maros-Pangkep Segera Jalani Asesmen UNESCO
Selain meninjau, Plt Gubernur sekaligus duduk bersama dengan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid membahas upaya antisipasi untuk penanganan banjir di Makassar.
Dari peninjauan tersebut, Andi Sudirman mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya banjir akibat luapan sungai, dikarenakan adanya penyumbatan aliran sungai di jembatan dan penutupan saluran yang dilakukan pihak developer perumahan .
"Ada bottle neck di jembatan oleh betonisasi sehingga menyumbat aliran, juga terdapat jembatan dan penutupan saluran oleh developer perumahan serta aliran Sungai Tallo membelah kota menghalangi anak sungai ketika meluap dan tertahan air pasang saat hujan," jelasnya.
Peninjauan tersebut sebagai bentuk penanganan masalah banjir yang kerap terjadi di beberapa titik di Kota Makassar, akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Baca juga: Geopark Maros-Pangkep Segera Jalani Asesmen UNESCO
Selain meninjau, Plt Gubernur sekaligus duduk bersama dengan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid membahas upaya antisipasi untuk penanganan banjir di Makassar.
Dari peninjauan tersebut, Andi Sudirman mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya banjir akibat luapan sungai, dikarenakan adanya penyumbatan aliran sungai di jembatan dan penutupan saluran yang dilakukan pihak developer perumahan .
"Ada bottle neck di jembatan oleh betonisasi sehingga menyumbat aliran, juga terdapat jembatan dan penutupan saluran oleh developer perumahan serta aliran Sungai Tallo membelah kota menghalangi anak sungai ketika meluap dan tertahan air pasang saat hujan," jelasnya.
Lihat Juga :