Dugaan Pelanggaran Prokes Wali Kota Blitar, Begini Reaksi Gubernur Jatim

Selasa, 09 Maret 2021 - 16:27 WIB
Diduga Wali Kota Blitar, Santoso (Baju batik) sedang pesta tasyakuran kemenangan pilkada tanpa menerapkan protokol kesehatan ketat. Foto/Ist
SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk mengendalikan penyebaran kasus COVID-19 di wilayah setempat. Ironisnya, Wali Kota Blitar, Santoso justru menggelar pesta dan saweran yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes).

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat dimintai tanggapan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Santoso enggan buka suara. "Wis yo rek, wis yo rek (sudah ya, sudah ya)," kata Khofifah usai acara pemberian penghargaan kinerja PTSL TA 2020 di Ruang Reforma Agraria Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Jatim, sembari bergegas meninggalkan awak media, Selasa (9/3/2021).



Baca juga: Joget Wali Kota Tanpa Masker, Polda Jatim Tunggu Hasil Pemeriksaan Polres Blitar Kota

Diketahui Polda Jatim saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Blitar Kota terkait dugaan pelanggaran prokes yang dilakukan Wali Kota Blitar Santoso saat pesta tasyakuran. Acara berlangsung di Gedung Kusumo Wicitro yang berlokasi satu kompleks dengan rumah dinas Wali Kota Blitar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!