Suami Idap Gangguan Jiwa, Atik Berjibaku Hidupi 3 Anaknya

Senin, 08 Maret 2021 - 14:03 WIB
Menghadapi situasi tersebut Atik banting stir mengambilalih tanggungjawab menafkahi sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya. Meski begitu, di tengah keterbatasan dan kemampuannya, Atik saat ini hanya bisa bekerja sebagai buruh cuci dan mengambil upahan mengupas kelapa di agen kelapa dengan penghasilan maksimal per hari Rp20 ribu.

"Biasanya sewaktu ayah mereka masih bekerja kami tidaklah kekurangan seperti sekarang ini. Saya dan anak-anakpun sering dibantu oleh abang ipar untuk biaya hidup dan sekolah," ucapnya. Baca juga: Ditanya Kunci Motor, Warga Blitar Ini Ngamuk Pukul Korban Hingga Darahnya Muncrat

Meski terasa sangat berat, mau tidak mau Atik mengaku harus bekerja berat agar anak-anaknya dapat makan dan sekolah. "Hanya kepada Allah saya berharap pertolongan agar bisa bertahan untuk hidup. Pagi hari setelah mengurus anak-anak saya pergi mencuci pakaian tetangga. Siang hingga sore saya mengambil upahan mengupas kelapa," desahnya pilu.

Namun secercah harapan terbersit diwajah tua Atik, saat mengetahui dari Kades dan TV di rumah tetangga, ternyata di Batubara ada sang pejuang kaum dhuafa. "Saya dengar pejuang kaum dhuafa tersebut adalah Bapak Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis. Semoga saja Bapak Kapolres melihat penderitaan kami dan memberi pertolongan mengatasi kesusahan kami," ucap Atik penuh harap.

Senada, abang iparnya, Rustam yang mengalami kelumpuhanpun berharap agar Kapolres Batu Bara dapat membantu adiknya serta membantu dirinya dengan kursi roda.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!