Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika Edukasi Memberi Umpan Balik
Minggu, 07 Maret 2021 - 09:09 WIB
Sesi yang diadakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini berlangsung seru karena diselingi dengan berbagi pengalaman dari peserta. “Saat saya memberi feedback terakhir di kantor, malah orang itu langsung resign. Saya butuh belajar agar tidak membuat orang baper,” ucap Widi Nugraha, salah seorang peserta.
Tak hanya Widi, seorang mahasiswa Dwi Rezki Fauziah juga mencurahkan pengalamannya. Wiwi berbagi ia pernah memberikan umpan balik saat teman kuliahnya presentasi. Sayangnya, bukannya menerima tanggapan yang baik. Ia malah dituduh hanya ingin mencari perhatian dari dosennya karena menjelekkan teman saat presentasi.
Mendengar berbagai cerita dari peserta, Jaim menjelaskan ada beberapa prinsip yang harus dianut dalam feedback. Di antaranya ada komunikasi, spesifik, tulus, tepat waktu, reflektif, dan netral. Selain itu, juga ada beberapa teknik dalam memberikan umpan balik yaitu sandwich dan situation behaviour impact.
Di akhir sesi, peserta diminta untuk berlatih cara membuat umpan balik sesuai dengan materi yang didapatkan. “Menerima feedback itu adalah anugrah. Kita harus sadar kalau orang yang memberi umpan balik adalah orang yang perhatian. Jadi tidak perlu kecil hati jika kita menerima feedback,” tutupnya.
Baca Juga: Kemenkes Sebut 18.535 Desa di Jawa-Bali Sudah Mendirikan Pos Relawan Desa
Tak hanya Widi, seorang mahasiswa Dwi Rezki Fauziah juga mencurahkan pengalamannya. Wiwi berbagi ia pernah memberikan umpan balik saat teman kuliahnya presentasi. Sayangnya, bukannya menerima tanggapan yang baik. Ia malah dituduh hanya ingin mencari perhatian dari dosennya karena menjelekkan teman saat presentasi.
Mendengar berbagai cerita dari peserta, Jaim menjelaskan ada beberapa prinsip yang harus dianut dalam feedback. Di antaranya ada komunikasi, spesifik, tulus, tepat waktu, reflektif, dan netral. Selain itu, juga ada beberapa teknik dalam memberikan umpan balik yaitu sandwich dan situation behaviour impact.
Di akhir sesi, peserta diminta untuk berlatih cara membuat umpan balik sesuai dengan materi yang didapatkan. “Menerima feedback itu adalah anugrah. Kita harus sadar kalau orang yang memberi umpan balik adalah orang yang perhatian. Jadi tidak perlu kecil hati jika kita menerima feedback,” tutupnya.
Baca Juga: Kemenkes Sebut 18.535 Desa di Jawa-Bali Sudah Mendirikan Pos Relawan Desa
(agn)