Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika Edukasi Memberi Umpan Balik

Minggu, 07 Maret 2021 - 09:09 WIB
loading...
Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika Edukasi Memberi Umpan Balik
Skill Up soal memberi umpan balik yang berlangsung secara virtual selama dua hari, Sabtu-Minggu (6-7/3/2021). Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika memiliki sebuah program peningkatan kapasitas yang bernama Skill Up. Kegiatan yang telah memasuki kali ketujuh ini mengusung tema 'Maximising Your Learning with Feedback and Basic Coaching Skill'.

Menghadirkan Ijma Sujiwo, seorang People & Community Development, Skill Up bertujuan untuk mengedukasi cara memberi umpan balik (feedback) dan cara membangun kemampuan coaching.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (6-7/3/2021). Pada hari pertama, sebanyak 13 orang peserta belajar secara intensif mengenai pemberian umpan balik. Jaim, sapaan akrab pemateri menjelaskan, ada dua jenis feedback yaitu Reinforcing Feedback dan Constructive Feedback.

Kedua jenis umpan balik ini baik digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di mana reinforcing feedback ialah saat kita memberi umpan balik dengan melihat apa kekuatan yang dimiliki oleh seseorang. Sedangkan, untuk constructive feedback ialah saat memberi umpan balik dengan saran apa yang harus dimaksimalkan dari kinerja seseorang.

“Dalam memberi feedback, kita tidak mengatakan yang jelek dari kamu adalah ini ataupun yang sudah bagus dari diri kamu adalah ini. Namun, menggunakan kata yang lebih baik. Hal yang sudah positif adalah ini dan yang butuh ditingkatkan di bagian ini,” kata Jaim mencontohkan.

Baca Juga: PMI Sulsel Daftarkan Relawan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Sesi yang diadakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini berlangsung seru karena diselingi dengan berbagi pengalaman dari peserta. “Saat saya memberi feedback terakhir di kantor, malah orang itu langsung resign. Saya butuh belajar agar tidak membuat orang baper,” ucap Widi Nugraha, salah seorang peserta.

Tak hanya Widi, seorang mahasiswa Dwi Rezki Fauziah juga mencurahkan pengalamannya. Wiwi berbagi ia pernah memberikan umpan balik saat teman kuliahnya presentasi. Sayangnya, bukannya menerima tanggapan yang baik. Ia malah dituduh hanya ingin mencari perhatian dari dosennya karena menjelekkan teman saat presentasi.

Mendengar berbagai cerita dari peserta, Jaim menjelaskan ada beberapa prinsip yang harus dianut dalam feedback. Di antaranya ada komunikasi, spesifik, tulus, tepat waktu, reflektif, dan netral. Selain itu, juga ada beberapa teknik dalam memberikan umpan balik yaitu sandwich dan situation behaviour impact.

Di akhir sesi, peserta diminta untuk berlatih cara membuat umpan balik sesuai dengan materi yang didapatkan. “Menerima feedback itu adalah anugrah. Kita harus sadar kalau orang yang memberi umpan balik adalah orang yang perhatian. Jadi tidak perlu kecil hati jika kita menerima feedback,” tutupnya.

Baca Juga: Kemenkes Sebut 18.535 Desa di Jawa-Bali Sudah Mendirikan Pos Relawan Desa
(agn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4566 seconds (11.252#12.26)