Tulang Manusia Ditemukan di Mobil Pikap Misterius yang Terkubur di Kanal
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:59 WIB
TANJUNG JABUNG TIMUR - Warga Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi di hebohkan dengan penemuan tulang belulang manusia di dalam mobil pikap.
Mobil pikap tak bertuan itu ditemukan di dalam sebuah parit kanal PT WKS di Distrik II, Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kapolsek Mendahara Ulu, Iptu Osli Sitompul mengatakan penemuan tulang belulang manusia itu berawal dari adanya kegiatan dari Perusahaan PT WKS yang melakukan pembersihan parit kanal guna pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Info dari pihak perusahaan WKS, ada yang menemukan sebuah mobil yang tenggelam di dalam kanal yang dalamnya sekitar 3 meter," Kata Kapolsek Mendahara Ulu, Iptu Osli Sitompul, Rabu (3/3/2021).
Belum di ketahui pasti penyebab dari kejadian ini, namun dugaan sementara pengemudi mobil pikap merupakan korban kecelakaan tunggal.
"Dugaan sementara korban kecelakaan tunggal, untuk identitas korban sendiri belum diketahui, dan masih dalam penyelidikan tim forensik, " Ujarnya.
Menurut Osli, daerah penemuan korban memang sepi dan jarang dilalui kendaraan. Sehingga belum dapat dipastikan kapan terjadinya kecelakaan tersebut.
"Daerah itu memang sepi, kalau keterangan karyawan WKA, mereka setahun yang lalu baru kembali masuk untuk pembersihan kanal," katanya.
Mobil pikap tak bertuan itu ditemukan di dalam sebuah parit kanal PT WKS di Distrik II, Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Baca Juga
Kapolsek Mendahara Ulu, Iptu Osli Sitompul mengatakan penemuan tulang belulang manusia itu berawal dari adanya kegiatan dari Perusahaan PT WKS yang melakukan pembersihan parit kanal guna pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Info dari pihak perusahaan WKS, ada yang menemukan sebuah mobil yang tenggelam di dalam kanal yang dalamnya sekitar 3 meter," Kata Kapolsek Mendahara Ulu, Iptu Osli Sitompul, Rabu (3/3/2021).
Belum di ketahui pasti penyebab dari kejadian ini, namun dugaan sementara pengemudi mobil pikap merupakan korban kecelakaan tunggal.
"Dugaan sementara korban kecelakaan tunggal, untuk identitas korban sendiri belum diketahui, dan masih dalam penyelidikan tim forensik, " Ujarnya.
Menurut Osli, daerah penemuan korban memang sepi dan jarang dilalui kendaraan. Sehingga belum dapat dipastikan kapan terjadinya kecelakaan tersebut.
"Daerah itu memang sepi, kalau keterangan karyawan WKA, mereka setahun yang lalu baru kembali masuk untuk pembersihan kanal," katanya.
(shf)
tulis komentar anda