Banjir Rendam Rel Jarak Jauh di Bekasi, Sejumlah Pemberangkatan Kereta Api dari Jakarta Dibatalkan
Minggu, 21 Februari 2021 - 11:09 WIB
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Curah hujan tinggi di berbagai wilayah Tanah Air menyebabkan banjir di sejumlah titik, salah satunya jalur kereta api antara Kedunggedeh-Lemah Abang, Bekasi, tetapnya di KM 55 + 100 sampai dengan KM 54 +500. Akibat kondisi itu, sejumlah pemberangkatan kereta api jarak jauh dari Jakarta tergganggu.
Baca juga: 532 Bencana Terjadi Sepanjang 2021, Sebanyak 2,7 Juta Jiwa Terdampak
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kendala ini. Sebab untuk sementara waktu lajur yang terendam banjir belum dapat dilalui.
"Dampak cuaca ekstrim di area Daop 1 Jakarta, terdapat hambatan perjalanan KA Jarak Jauh. Hingga kini Sejumlah ruas jalur pada petak jalan antara Kedunggedeh-Lemah Abang KM 55 +100 sampai dengan KM 54+500 terendam banjir," kata Eva melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Banjir Jalan Raya Porong Sidoarjo Meluas Ancam Jalur Kereta Api
Menurut Eva, banjir yang merendam sejumlah ruas jalur rel tersebut merupakan dampak dari meningkatnya debit aliran sungai dari bendungan Kamojing, Pupukujang dan Walahar.
Baca juga: 532 Bencana Terjadi Sepanjang 2021, Sebanyak 2,7 Juta Jiwa Terdampak
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kendala ini. Sebab untuk sementara waktu lajur yang terendam banjir belum dapat dilalui.
"Dampak cuaca ekstrim di area Daop 1 Jakarta, terdapat hambatan perjalanan KA Jarak Jauh. Hingga kini Sejumlah ruas jalur pada petak jalan antara Kedunggedeh-Lemah Abang KM 55 +100 sampai dengan KM 54+500 terendam banjir," kata Eva melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Banjir Jalan Raya Porong Sidoarjo Meluas Ancam Jalur Kereta Api
Menurut Eva, banjir yang merendam sejumlah ruas jalur rel tersebut merupakan dampak dari meningkatnya debit aliran sungai dari bendungan Kamojing, Pupukujang dan Walahar.
Lihat Juga :