Pangdam V Brawijaya Apresiasi Desa Zona Hijau COVID-19 di Gresik

Jum'at, 19 Februari 2021 - 19:44 WIB
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto saat meninjau Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas bersama Forkopimda Gresik. Foto/SINDOnews/ashadi ik
GRESIK - Pelaksanaan PPKM Mikro berbasis desa di Kabupaten Gresik dinilai berhasil. Dari 365 desa, ada 267 desa zona hijau. Ini terungkap saat Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto kunjungan ke Sukorejo, Kebomas, Jumat (19/2/2021).

Pangdam meminta desa yang masuk zona hijau terus dipertahankan. “Tidak boleh abai protokol kesehatan dan tidak menganggap anteng,” katanya.



Suharyanto mengatakan, daerah zona hijau harus tetap disiplin dan patuh protokol kesehatan. Para pendatang yang baru masuk desa harus dilakukan pengecekan maupun identitas."Saya merasa senang bangga, pelaksanaan PPKM Mikro berjalan dengan baik asal tetap dipertahankan jangan sampai ada lagi yang positif," ujarnya.

Baca juga: Tersengat Tawon Madu Klanceng, Ribuan Anggota Koperasi Lapor Polda dan BI Kediri

Ditambahkan, selama PPKM mikro pada hari ke-10 ini mampu menekan angka persebaran COVID-19. Dibandingkan sebelum PPKM hampir 1.000 sebaran setiap hari. Saat ini penyebaran dapat ditekan separuhnya, sekitar 600 orang perhari.

Zona merah di Jawa Timur hanya Kabupaten Jombang saja. Kabupaten Gresik masuk dalam zona oranye meskipun di wilayah Rukun Tetangga (RT) masuk dalam kategori zona hijau dan kuning. "Sebaran COVID-19 di Gresik menurun menjadi 15 sampai 20 kasus perhari. Menjadi catatan, jangan terus berpuas diri," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!