Anak yang Tenggelam di Waduk Saguling, Ditemukan Meninggal Dunia
Kamis, 18 Februari 2021 - 12:27 WIB
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi Muhammad Arip (11) warga Kampung Banusari, RT 01/13, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, KBB, yang berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, Kamis (18/2/2021) siang. Foto/Dok.BPBD KBB
BANDUNG BARAT - Kerja keras tim SAR gabungan yang terus melakukan pencarian terhadap anak yang tenggelam di perairan Waduk Saguling , Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya membuahkan hasil.
Korban yang bernama Muhammad Arip (11) bin Maman, warga Kampung Banusari, RT 01/13, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, KBB, ditemukan petugas sekitar pukul 10.25 WIB. Sebelumnya korban dilaporkan terseret arus saat sedang berenang bersama rekannya Rabu (17/2/2021). Baca juga: Pencarian Anak Tenggelam di Saguling, Tim SAR Lakukan Penyelaman di Lokasi Waduk
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.25 WIB oleh petugas yang melakukan pencarian sejak pagi," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, Kamis (18/2/2021).
Menurutnya korban ditemukan sejauh 200 meter dari lokasi terakhir dinyatakan hilang tenggelam. Pergeseran lokasi tersebut sangat memungkinkan mengingat arus air di dasar waduk cukup kencang. Apalagi korban hampir 24 jam berada di dasar perairan yang cukup dalam.
Korban yang bernama Muhammad Arip (11) bin Maman, warga Kampung Banusari, RT 01/13, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, KBB, ditemukan petugas sekitar pukul 10.25 WIB. Sebelumnya korban dilaporkan terseret arus saat sedang berenang bersama rekannya Rabu (17/2/2021). Baca juga: Pencarian Anak Tenggelam di Saguling, Tim SAR Lakukan Penyelaman di Lokasi Waduk
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.25 WIB oleh petugas yang melakukan pencarian sejak pagi," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, Kamis (18/2/2021).
Menurutnya korban ditemukan sejauh 200 meter dari lokasi terakhir dinyatakan hilang tenggelam. Pergeseran lokasi tersebut sangat memungkinkan mengingat arus air di dasar waduk cukup kencang. Apalagi korban hampir 24 jam berada di dasar perairan yang cukup dalam.
Lihat Juga :