Penduduk Miskin di Sulut Meningkat, Desa dan Perkotaan Sama-sama Naik

Rabu, 17 Februari 2021 - 18:42 WIB
Selama periode Maret 2020 - September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 2,86 ribu orang (dari 68,80 ribu orang naik menjadi 71,66 ribu orang), sementara di daerah perdesaan naik sebanyak 0,62 ribu orang (dari 123,57 ribu orang naik menjadi 124,19 ribu orang).

"Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas non makanan. Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2020 adalah sebesar 77,02%. Kondisi ini tidak jauh berubah dibandingkan kondisi Maret 2020 yaitu sebesar 76,95%," tutur Norma.

Baca juga: Usai Dilantik Presiden Jokowi, Olly-Steven Fokus Penanganan COVID-19 di Sulut

Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai gariskemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretekfilter, tongkol/tuna/cakalang. Sementara komoditas non makanan yangmemiliki pengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan.

"Selama periode Maret 2020 - September 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami peningkatan. Secara umum, pada periode 2014-2020, angka kemiskinan di Sulawesi Utara cenderung berfluktuatif namun menunjukkan tren yang menurun sejak tahun 2016," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!