Ambil BST, Warga Abaikan Physical Distancing

Minggu, 17 Mei 2020 - 17:45 WIB
"Katanya mereka sudah menerima PKH 200 ribu sehingga ditambah 400 ribu sehingga sama dengan BST. Namun tidak diatur. Sehingga warga tanpa jarak dalam antrean," katanya.

Hal senada juga terjadi di beberapa lokasi. Di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, ratusan warga tanpa protokol COVID-19 dengan santai berada di kompleks balai desa untuk antre menerima bantuan.

Menanggapi hal ini Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, masyarakat harus benar-benar disadarkan pentingnya social distancing dan physical distancing. Hal ini penting untuk memutus mata rantai penularan Corona di Gunungkidul.

"Jika social distancing maupun dan physical distancing tidak ditaati bersama, mustahil virus akan segera terputus penyebarannya," ulasnya.(Baca juga: Rapid Test, Tujuh Tenaga Medis di Gunungkidul Reaktif Corona )

Untuk itu dia berharap semua pihak baik kepolisian dan jajaran pemerintah baik kecamatan dan desa melakukan upaya menjaga jarak dalam antrean penyaluran jaring pengaman sosial pandemi Corona ini."Perlu aturan dan ketegasan. Jangan sampai terjadi lagi," pungkasnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!