Selama Pandemi 13 Warga Maguwoharjo Meninggal Dunia Terpapar COVID-19

Jum'at, 12 Februari 2021 - 22:07 WIB
Imindi menjelaskan di Magwuoharjo sendiri dari 20 padukuhan, 8 padukuhan atau 40% masuk zona kuning atau angka penyebaran COVID-19 redah dan 12 padukuhan atau 60% masuk zona hijau atau tidak ada kasus COVID-19 dan tidak ada yang masuk zona merah. Atas kondisi itu, Maguwoharjo masuk zona hijau COVID-19. Baca: Ratusan Warga Tarikolot Memulai Lembaran Baru Sejak 2010.

“Karena itu, selama PTKM mikro ini, Satgas COVID-19 di tingkat RT diminta terus melakukan pengawasan dan pendataan terhadap interaksi keluar masuknya warga warga setempat dari luar, baik antar keluarga maupun antar rumah, sehingga jika ada yang terkonfirmasi COVID-19, saat tracing alurnya bisa dikeahui,” paparnya. Baca: Puluhan Kartu BPJS Warga Miskin di Bima Ditemukan Mengendap di Kantor Kalurahan.

Imindi pun menghimbau semua komponen bersama-sama dalam melawan COVID-19, termasuk mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari berkerumum dan mengurangi mobilitas. “Saya berharap dengan langkah itu, kasus COVID-19 di Maguwoharjo dapat diminalisir dan lepas dari COVD-19,” harapnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!