Dua Terminal di Makassar Dinilai Butuh Sarana Pendukung

Jum'at, 05 Februari 2021 - 22:26 WIB
"Makanya selama ini anggaran kita nda pernah lagi kita suntikkan ke terminal karena memang sudah susah jalan mereka," katanya.

Minimnya inovasi dan pengelolaan kata dia, menjadi alasan pengelolaan di bawah naungan Perumda akan sulit. Sehingga upaya penambahan anggaran akan didorong setelah status kelembagaan dinaungi Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD)

"Jadi kita akan tata dengan baik di sana, ada mal, kafe, tempat olahraga, musalah dan fasilitas kesehatan. Ini bagus, kalau perlu ruang tunggu ada hotel dan wismanya. Kita di dewan akan dorong anggarannya kita kalkulasikan sekitar Rp100 milliar," katanya.

Hanya saja, rencana revitalisasi tersebut masih tersendat administrasi, lantaran aset masih dikendalikan oleh Kalla Inti Karsa (KIK). Sehingga dia menargetkan upaya ini didorong pada 2022 saat kontrak berakhir.

Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin justru bersebrangan dengan upaya tersebut. Dia mengaku perombakan skala besar untuk terminal belum begitu dipikirkan pihaknya dalam waktu dekat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!