Adat Nyentulak, Doa Bersama Tolak Balak di Sembalun Lombok Timur

Rabu, 03 Februari 2021 - 11:40 WIB
"Karenanya, terlaksananya Doa Tolak Balak yang dilakukan Masyarakat adat merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memohon kepada Allah agar bangsa ini keluar dari pandemi Covid 19," ujarnya.

Lalu Gita berpesan agar warga NTB senantiasa mematuhi anjuran pemerintah untuk disiplin menjalan Protokol Kesehatan.

"Doa bersama penting untuk dilaksanakan, tetapi ihktiar dengan mematuhi protokol kesehatan juga harus tetap dijalankan, dengan memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak, dan mengurangi kegiatan yang berpotensi menularkan virus Corona," pesannya.

Sedangkan Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi SH M Hum menyampaikan, selama hidupnya baru kali ini menyaksikan acara Nyentulak yang dilaksanakan secara adat.

"Saya berharap bahwa dengan acara ini, kita dapat segera keluar dari pandemi Covid 19, berikut persoalan lainnya, sehingga persoalan kehidupan dapat pulih kembali," ujarnya.

H Purnipe, pemangku Adat Desa Biluk Petung menyatakan doa bersama dalam prosesi Nyentulak ini adalah upaya agar Lombok, NTB dan bangsa Indonesia terbebas dari marabahaya khususya pandemi Covid-19.

"Semua upaya, ikhtiar dilakukan diantaranya ritual adat serta permohonan doa kepada Yang Maha Esa, ini upaya lahir dan bathin agar bisa keluar dari pandemi covid-19. Semua ini proses menuju tawaqal kepada Yang Maha Esa," kata Purnipa.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!