Perjuangan Berat Ibu Hamil di Grobogan, Terpaksa Ditandu 5 Km Demi Lahiran
Selasa, 02 Februari 2021 - 19:02 WIB
Mujiono mengaku bersyukur meski harus melewati medan terjal curam dan licin, namun istri dan anaknya selamat sampai di puskesmas hingga melahirkan.”Alhamdulillah istri dan anak saya selamat,” tuturnya.
Baca juga: Geger, Wanita Hamil Bergelantungan di Jembatan Penyeberangan Cilegon
Kepala Desa Keyongan, Budi Hartono menjelaskan bahwa pihak desa tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan perbaikan jalan karena jalur hutan yang dilalui warga masuk kawasan perhutani KPH Gundih, Geyer, Grobogan.
Dia mengaku, meski sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan perhutani namun upaya yang ditempuh pihak desa tidak membuahkan hasil. “Karena seluruh kawasan hutan sudah ditanam tanaman hutan dan tidak ada sela untuk pelebaran atau perbaikan jalan,” katanya.
Baca juga: Ibu Hamil di Denpasar Bali Melahirkan usai Dijambret 2 Pria Ini
Kepala Desa Keyongan juga menambahkan bahwa masih ada beberapa ruas jalan di beberapa dusun di desa keyongan yang kondisi jalan masih tanah dan berlumpur, seperti ruas jalan dusun geri menuju perbatasan sragen, jawa tengah sepanjang tiga kilometer dengan lebar satu meter. “Hingga kini jika hujan turun tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga dusun-dusun terpencil didesa keyongan menjadi terisolir,” ungkap dia.
Baca juga: Geger, Wanita Hamil Bergelantungan di Jembatan Penyeberangan Cilegon
Kepala Desa Keyongan, Budi Hartono menjelaskan bahwa pihak desa tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan perbaikan jalan karena jalur hutan yang dilalui warga masuk kawasan perhutani KPH Gundih, Geyer, Grobogan.
Dia mengaku, meski sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan perhutani namun upaya yang ditempuh pihak desa tidak membuahkan hasil. “Karena seluruh kawasan hutan sudah ditanam tanaman hutan dan tidak ada sela untuk pelebaran atau perbaikan jalan,” katanya.
Baca juga: Ibu Hamil di Denpasar Bali Melahirkan usai Dijambret 2 Pria Ini
Kepala Desa Keyongan juga menambahkan bahwa masih ada beberapa ruas jalan di beberapa dusun di desa keyongan yang kondisi jalan masih tanah dan berlumpur, seperti ruas jalan dusun geri menuju perbatasan sragen, jawa tengah sepanjang tiga kilometer dengan lebar satu meter. “Hingga kini jika hujan turun tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga dusun-dusun terpencil didesa keyongan menjadi terisolir,” ungkap dia.
Lihat Juga :