Alokasi Pupuk Bersubsidi di Jawa Timur Naik Menjadi 2.804.823 Ton
Selasa, 02 Februari 2021 - 08:14 WIB
Dia memastikan pupuk bersubsidi sudah didistribusikan ke 38 kabupaten/kota di Jatim. Dia membantah jika terjadi kelangkaan ditingkat bawah. "Jadi bukan langka, tapi petani itu nariknya kadang melebihi target. Misalnya jatah pupuk Februari diambil, lalu petani ngambil lagi untuk jatah Maret. Sehingga untuk ngambil lagi di bulan berikutnya malah dibilang langka, padahal itu sudah diambil semua. Karena mungkin ketakutan, kalau sesuai jadwal enggak akan terjadi seperti itu," kata Hadi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. Pihaknya terus berupaya agar pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah. Baca Juga: Ini Latar Belakang Viralnya 'Desa Mati' di Majalengka yang Menggemparkan.
Alokasi pupuk yang diterima oleh tiap daerah dipengaruhi oleh besarnya anggaran subsidi, realisasi penyaluran tahun sebelumnya, usulan kebutuhan pupuk dari para petani di daerah, dan luas lahan pertanian yang ada. "Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi," kata Syahrul.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. Pihaknya terus berupaya agar pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah. Baca Juga: Ini Latar Belakang Viralnya 'Desa Mati' di Majalengka yang Menggemparkan.
Alokasi pupuk yang diterima oleh tiap daerah dipengaruhi oleh besarnya anggaran subsidi, realisasi penyaluran tahun sebelumnya, usulan kebutuhan pupuk dari para petani di daerah, dan luas lahan pertanian yang ada. "Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi," kata Syahrul.
(nag)
Lihat Juga :