Kisah Toko Bumi Ageung di Desa Parigi, Dirampas Belanda untuk Markas dan Rumah Sakit

Senin, 01 Februari 2021 - 05:00 WIB
Masyarakat sekitar biasanya menyebut dengan Toko Dudu. Toko tersebut, pada waktu itu menjual berbagai barang kebutuhan masyarakat sekitar daerah Parigi. "Bangunan toko atau Bumi Ageung dan Bumi Alit beberapa tahun tidak dihuni, sehingga menyimpan kesan angker," jelasnya.

Saat bangunan tidak dihuni, beberapa orang pernah menyewa untuk dijadikan tempat usaha, namun mereka takut dan tidak jadi menyewa karena merasakan kesan angker. "Katanya kalau malam sering terjadi seperti orang beraktivitas menyimpan dan mengambil barang, tetapi siangnya pas dilihat barang yang dipindahkan tidak ada," papar dia.



Selain itu juga, bangunan toko atau Bumi Ageung jika pada kanopi jendela dipasang lampu selalu mati dan tidak menyala. "Beberapa kali kami pasang lampu di kanopi jendela namun tidak pernah menyala, padahal jalur aliran listriknya sudah normal," sambungnya.

Saat ini, bangunan kuno peninggalan era kolonial Belanda itu, masih tetap dipertahankan keasliannya, dan dijadikan tempat untuk tongkrongan berbagai kalangan setelah dibuka menjadi kedai kopi.
(eyt)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More