COVID-19 Berpotensi Memicu Masalah Gangguan Mental
Sabtu, 16 Mei 2020 - 09:13 WIB
Foto/ilustrasi.ist
BEIJING - Komisi Kesehatan China menyatakan pasien COVID-19 yang sembuh mungkin memerlukan pengobatan untuk kerusakan paru-paru, jantung dan organ dalam lain, hilangnya fungsi otot, bahkan gangguan mental. Ini dapat terjadi dalam jangka panjang.
Komisi tersebut juga telah menetapkan kondisi sebagai penyakit kronis dan telah memperluas cakupan asuransi untuk biaya medis yang melibatkan komplikasi yang mungkin timbul setelah pemulihan COVID-19.
"Karena jumlah pasien COVID-19 yang keluar dari rumah sakit meningkat, kebutuhan rehabilitasi menjadi menonjol," kata komisi itu dalam pedomannya, seperti disitir dari Sputnik, Sabtu (16/5/2020).
(Baca: Remaja Inggris Meninggal karena Penyakit Mirip Kawasaki yang Terkait COVID-19)
Komisi tersebut juga telah menetapkan kondisi sebagai penyakit kronis dan telah memperluas cakupan asuransi untuk biaya medis yang melibatkan komplikasi yang mungkin timbul setelah pemulihan COVID-19.
"Karena jumlah pasien COVID-19 yang keluar dari rumah sakit meningkat, kebutuhan rehabilitasi menjadi menonjol," kata komisi itu dalam pedomannya, seperti disitir dari Sputnik, Sabtu (16/5/2020).
(Baca: Remaja Inggris Meninggal karena Penyakit Mirip Kawasaki yang Terkait COVID-19)
Lihat Juga :